Dheandra Hanani Nalsalitha br Meliala

Medan, Pijar. Ketan hitam adalah salah satu biji-bijian asal Indonesia yang sudah eksis sejak zaman Majapahit. Tahukah sobat Pijar, bahwa pada zaman Kerajaan Majapahit ketan hitam hanya bisa dikonsumsi oleh keluarga kerajaan saja. Hal ini dikarenakan harganya yang sangat mahal sehingga masyarakat biasa tidak mampu untuk membelinya.

Eksistensi ketan hitam tetap terjaga sampai saat ini. Ini dibuktikan dengan banyaknya kreasi olahan dari salah satu jenis biji-bijian itu sendiri, salah satunya adalah bubur ketan hitam. Sama seperti namanya, bubur ketan hitam memiliki warna hitam. Sebagai bubur berwarna hitam, hal itu pula yang menjadi daya tarik tersendiri untuk hidangan ini. Selain itu, tekstur yang lembut dengan paduan beberapa rasa kasarnya membuat kuliner ini memiliki ciri khas tersendiri bagi penikmatnya. Untuk menambah aksen gurih, bubur ketan hitam selalu dipadukan dengan santan.

Secara umum, masyarakat menamai hidangan ini dengan “bubur ketan hitam”, tetapi untuk beberapa daerah penamaannya menjadi berbeda. Daerah dengan pengaruh budaya Melayu yang kuat, menyebutnya “bubur pulut hitam”, sementara di daerah Bali dan Nusa Tenggara Timur, hidangan ini dinamai dengan “bubur injit”.

Meskipun namanya berbeda, untuk cita rasanya sendiri tetap sama. Kuliner dengan berbahan dasar utama beras ketan hitam ini tidak sulit untuk ditemukan. Apalagi pada saat bulan Ramadan, kuliner ini sangat mudah ditemui dan banyak dijajakan oleh pedagang takjil. Harga bubur ketan hitam juga dinilai sangat terjangkau. Proses pembuatan bubur ketan hitam juga terbilang tidak sulit. Jika enggan keluar rumah, sobat Pijar bisa membuatnya sendiri dirumah

Bahan yang dibutuhkan tidak banyak. Sobat Pijar hanya memerlukan, beras ketan hitam, gula merah (bisa diganti gula pasir jika tidak ada), daun pandan, dan santan kelapa.

Untuk membuat bubur ketan hitam yang pertama sekali perlu dilakukan adalah merendam beras ketan selama kurang lebih 1 jam. Setelah itu, rebus daun pandan bersama dengan beras ketan yang telah direndam sebelumnya, tunggu sampai mendidih. Beras ketan tetap direbus hingga matang dan lunak dengan api kecil. Saat beras ketan sudah lunak, tambahkan gula merah atau gula pasir. Setelah itu, sajikan bubur ketan hitam di dalam sebuah mangkuk dan siram dengan santan yang sudah dididihkan sebelumnya. Sobat Pijar juga bisa berkreasi dengan hidangan ini, boleh menambahkan bahan lain sebagai pemanis, seperti roti tawar, jagung, dan lainnya. Bubur ketan hitam dapat dinikmati dalam keadaan hangat maupun dingin. Meskipun demikian, hal itu tidak akan mengurangi kelezatan dan sensasi unik kuliner ini. Mumpung lagi puasa, bubur ketan hitam juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menu berbuka sobat Pijar semua loh.

(Editor: Muhammad Farhan)

Leave a comment