I Care a Lot, Penipu Ulung Perampok Para Lansia

Sumber foto: Netflix.com

Gading Akbar

Pijar, Medan. Cerdas, mandiri, elegan, dan peduli pada para lansia adalah ha-hal yang melekat dalam diri Marla Grayson. Itulah hal pertama yang terlihat pada trailer film yang tayang di platform Netflix berjudul I Care a Lot. Tapi tunggu dulu, sebenarnya itu hanyalah penampilan luarnya saja. Apa yang di dalam layaknya serigala berbulu domba. Tokoh utama pada film ini merupakan seorang penipu ulung yang mengatasnamakan “kepedulian”.

Film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Marla Grayson (Rosamund Pike) yang berprofesi sebagai wali profesional untuk para lansia renta yang bergelimang harta. Alih-alih merasa peduli, ia justru mengambil alih harta serta hak yang dimiliki para lansia itu. Marla bahkan melakukan berbagai cara licik untuk merebut warisan dan menyingkirkan segala halangan dari anak keluarga manula-manula itu. Hingga suatu saat ia harus berhadapan dengan salah satu kliennya, Jennifer Peterson, yang ternyata memiliki rahasia tak terduga.

Aksi Marla Grayson dalam mengelabui para Lansia. (Sumber foto: Cultura.id)

I Care a Lot sepertinya membawa warna baru dalam dunia sinema. Pasalnya isu yang ada dalam film bergenre komedi, kriminal, dan thriller ini cukup menarik perhatian. Bisa dibilang hal ini dikarenakan I Care a Lot mengangkat adanya praktik amoral dalam dunia perwalian di Amerika yang sengaja menyalahgunakan wewenangnya.

Sedikit berbeda dengan di Indonesia, praktik perwalian tanpa hubungan darah di Amerika merupakan hal yang lumrah. Hal ini dapat ditetapkan kepada seseorang yang dianggap sudah tidak mampu untuk mengambil keputusan sendiri. Salah satunya berlaku untuk manula yang jauh atau tidak memiliki keluarga. Namun praktik ini justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan.

Isu ini sepertinya bukanlah hal yang baru dalam kehidupan nyata di Amerika. Bahkan sebelum film ini tayang, sudah ada film dokumenter berjudul The Guardians yang telah mengungkap praktik legal tapi kotor ini.

Setelah penampilan yang membuat namanya melejit dalam film Gone Girl sebagai Amy Dunne, Rosamund Pike kembali dengan karakter licik anti-hero dalam peranannya sebagai Marla Grayson. Penonton dibuat kesal dan geram dengan tindakan Marla dalam film ini.

Bagaimana tidak, ia yang dibantu oleh kekasihnya Fran (Eiza Gonzales) yang malah mengakali wewenangnya untuk mengorek harta benda kliennya. Lebih menjengkelkan lagi ketika tindakan jahat Marla justru sah secara hukum. Tentu saja seni bersilat lidah pasti sangat ia kuasai sehingga pengadilan bersedia memberikan kepercayaan padanya.

Rosamund Pike yang pernah memenangkan penghargaan Golden Globe ini menjiwai karakter dengan sangat baik. Dia sama sekali tidak terlihat canggung untuk mengekspresikan karakter seorang wanita jahat yang bersembunyi di balik paras rupawannya. Bersama dengan Peter Dinklage yang berperan sebagai mafia Rusia misterius, penonton dibuat heran karena tidak adanya tokoh ideal sepanjang film.

Secara resmi, film ini menonjolkan dark-comedy sebagai genre utama. Sepertinya karya terbaru dari penulis dan sutradara J. Blakeson (The Disappearance of Alice Creed, The 5th Wave) datang untuk menyindir kehidupan kelas-kelas sosial yang ada di Amerika.

Seperti salah satu umpatan yang dapat ditemui dalam trailer film ini yang menyebutkan bahwa playing fair” hanyalah diciptakan orang-orang kaya untuk membuat yang lain tetap miskin. Sindiran keras untuk kehidupan sosial yang kerap kali merupakan kenyataan.

Mungkin kehadiran Peter Dinklage dalam film ini juga merupakan unsur dark-comedy atas perannya sebagai mafia Rusia menakutkan. Biasanya tokoh ini diperankan oleh mereka yang berpostur tinggi, tegap, dan garang. Namun dalam film, justru ditampilkan sebaliknya.

Belum lagi, terdapat unsur feminisme kental dalam film sebagai bentuk cemoohan untuk para penganut patriarki. Marla dengan lantang melawan para lelaki yang sering kali mengancamnya hanya karena ia seorang perempuan.

Film yang tayang perdana di Netflix 19 Februari lalu ini dikemas dengan baik. Cerita orisinal yang menggugah isu-isu sensitif di kehidupan nyata ditampilkan secara gamblang. Pastinya banyak pro-kontra dalam menilai film ini di kalangan penonton, tapi mungkin juga cocok untuk menambah referensi film dengan cerita yang segar.

Sejauh ini, I Care a Lot telah mendapatkan rating 6,2/10 dalam situs IMDb serta mendapat penilaian 81% dari 198 reviwers di situs Rotten Tomatoes. Setidaknya mendapat penilaian yang cukup bagus untuk film komedi-kriminal yang membuat penonton terbawa emosi.

(Editor: Widya Tri Utami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *