Erizki Maulida Lubis

Pijar, Medan. Ekonomi kreatif telah berkembang pesat di Indonesia. Bahkan, kian hari sektor ekonomi kreatif memperlihatkan sumbangsihnya terhadap perekonomian nasional. Sektor ini mengalami pertumbuhan dengan rata-rata 10% setiap tahunnya. Hal itu dikarenakan industri kreatif tidak lagi mengandalkan modal besar dan musim produksi, melainkan menggunakan ide dan keterampilan individu sebagai modal utamanya.

Indonesia yang sampai saat ini masih berusaha melawan adanya wabah Covid-19, haruslah tetap berperan aktif dalam industri kreatif, demi mendukung perekonomian Indonesia. Dengan adanya peran masyarakat untuk industri kreatif ini akan membantu negara mengatasi penyebaran Covid-19, sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali pulih.

Berangkat dari keprihatinan terhadap turunnya ekonomi global sejak pandemi, membuat HR Academy bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Minang Diaspora, dan Yespreneur untuk menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Peran Industri Kreatif Mendukung Pariwisata dan Perekonomian Indonesia”, pada (13/03) mulai pukul 18:30-22:30 WIB, melalui Zoom dan live streaming YouTube pada kanal HRAcademy_ID.

Webinar ini dimoderatori oleh Coach Wulan dan juga mengundang keynote speaker ternama, yakni Dr. H. Sandiaga S, B.B.A., M.B.A. selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tidak hanya itu, speaker lainnya yang hadir pada webinar ini ialah Prof. dr. Fasli Jalal selaku Rektor Universitas YARSI, Tomi Purwono selaku Pegiat Ekonomi Kreatif, Kristina Hermin selaku Diaspora Italy, Dr. tirta Mandira selaku Founder & CEO Shoes and Care, M. Ismail selaku Chief Executive Officer PT. Zahir Internasional, Burmalis Ilyas selaku Direktur Eksekutif Minang Diaspora dan Novian Harjanto M.Hum selaku Yespreneur Bali.

Webinar ini diadakan, agar para pegiat ekonomi kreatif memiliki wawasan tentang bagaimana menyukseskan produk usaha yang mereka miliki untuk terlihat lebih baik lagi. Ditambah dengan memberikan insight bagi para pegiat ekonomi kreatif untuk dapat bertahan di masa yang sangat sulit ini. Selain itu juga sebagai wadah menambah networking karena latar belakang para peserta yang hadir merupakan pegiat ekonomi kreatif.

Peran ekonomi kreatif sangat mengedepankan kreativitas, pengetahuan, dan ide dari manusia sebagai aset untuk membuat perekonomian Indonesia bergerak maju serta mendukung sektor pariwisata Indonesia. Prof. dr. Fasli Jalal dalam pemaparannya mengatakan bahwa semua pelaku ekonomi kreatif, khususnya pada bidang pariwisata harus memiliki SDM yang unggul dan paham terhadap apa yang dibutuhkan bagi para wisatawan yang datang ke Indonesia.

“Kita mengetahui bahwa industri pariwisata ini merupakan salah satu industri yang padat karya, sehingga penyerapan tenaga kerjanya juga relative banyak dan kesempatan orang untuk memberikan kontribusi di berbagai level itu terbuka lebar, baik dari level teknologi maupun skala ekonomi. Karena itu, para anak SMA kita harus siap untuk menjadi bagian SDM pariwisata nantinya,” ujarnya.

Penjelasan oleh Bapak Sandiaga mengenai kondisi sektor pariwisata Indonesia saat ini. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Saat ini, Kemenparekraf/Baparekraf telah menyiapkan dan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar 3,3 triliun bagi pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran serta pemerintah daerah. Sebesar 30% dari dana hibah akan ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Lalu 70% lainnya, dialokasikan untuk membantu pelaku usaha hotel dan restoran dalam menjalankan operasional kesehariannya.

Sejak awal pandemi, pemerintah juga sudah mulai berusaha melakukan upaya mitigasi melalui tiga program utama, yaitu program bantuan pemerintah, program padat karya, dan program stimulus. “Pemerintah sudah melakukan emargency major untuk membantu perlindungan sosial termasuk dukungan akomodasi bagi para tenaga kesehatan. Nah untuk programnya, ada program bantuan dari pemerintah seperti bansos, kartu prakerja, dan sebagainya. Ada juga program padat karya, yaitu gerakan bersih, indah, sehat, aman. Dan yang ketiga ada program stimulus, seperti virtual event, dana hibah, bantuan insentif pemerintah, webinar, bantuan modal bisnis, dan lain sebagainya,” jelas Sandiaga.

Banyak pembahasan yang menarik dari para speaker pada webinar ini. Mulai dari pembahasan mengenai peran Diaspora dalam memajukan pariwisata Indonesia dan bagaimana terbentuknya Diaspora networking global. Pembahasan juga berlanjut hingga ke cela-cela kecil untuk membuat UMKM Indonesia semakin maju dari sektor industri kreatif yang hasilnya juga akan mendukung sektor pariwisata dan menumbuhkan perekonomian Indonesia.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment