Memahami Arti Pintar itu Relatif, Nyontek itu Alternatif dalam Buku Student Guidebook for Dummies 2

Sumber Foto : bukukita.com

Septrian A. Tarigan/ Samuel Sinurat

Pijar, Medan. Setiap siswa pasti memiliki kehidupan sekolah yang beraneka ragam. Tidak semua siswa dapat beradaptasi dengan baik di sekolah mereka. Banyak yang mencari cara untuk bisa aktif dan menikmati kehidupan sekolah. Nah, buku Student Guidebook for Dummies 2 hadir dengan penuh cerita unik nan menarik untuk membantu para siswa agar dapat beradaptasi di lingkungan sekolahnya.

Buku yang ditulis oleh Kevin Anggara ini, terkemas dengan sangat apik dan dipenuhi cerita yang menarik untuk dibaca. Pembaca dapat melihat bagaimana kehidupan para siswa yang ada di sekolah, bagaimana cara mereka belajar, khususnya bagaimana juga cara mereka menghadapi ulangan dan banyak hal menarik lainnya yang ada di dalamnya. Semuanya dikemas sedemikian rupa, sehingga terciptalah suatu kesatuan dalam buku tersebut.

Banyak kutipan yang menjadi kalimat motivasi bagi para pembacanya. Kutipan tersebut berisi hal-hal positif yang bisa menjadi panduan atau acuan para pembaca untuk menjalani kehidupan mereka, terkhususnya di sekolah.

“Menyontek bukan berarti nggak mau belajar, hanya kepepet karna belum belajar,” halaman 158.

Sekilas kalimat tersebut terlihat seperti ingin memotivasi para siswa untuk menyontek. Namun, setelah dipikirkan kembali kalimat tersebut ada benarnya juga. Bukan karena tidak memiliki niat dalam belajar, tetapi karena tidak memiliki banyak waktu untuk belajar, sehingga terciptalah aksi menyontek.

“Ada 2 tipe orang yang menyontek : Pertama, orang yang menyontek hanya saat kepepet dan kedua orang yang memang menjadikan nyontek sebagai hobi,” halaman 151.

Kalimat di atas sangat relate untuk para siswa. Masih banyak yang beralasan menyontek karena kepepet, padahal memang itu sudah mendarah daging sehingga menjadi hobi mereka. Mereka sudah terbiasa menyontek di saat ulangan dan menjadikannya sebagai hobi.

Menurut gue, percuma sekolah bagus kalo diri sendiri nggak bisa memahami pelajaran yang ada,” halaman 48.

Banyak orang yang berpikiran bahwa sekolah yang bagus tidak menjamin siswa memiliki prestasi yang bagus pula. Sekolah yang bagus belum tentu memiliki seluruh siswa yang bisa memahami pelajaran dengan baik. Namun siswa yang mampu memahami pelajaran dengan baik dan mempunyai prestasi yang baik, sudah pasti akan mengharumkan nama sekolah dan membuatnya semakin bagus. Bukan hanya gedungnya, tapi juga akreditasnya.

“Gue percaya, belajar itu butuh proses,” halaman 122.

Memang semua hal membutuhkan proses, manusia selalu berproses, dan belajar pun pastinya membutuhkan proses. Tidak ada yang bisa langsung mengerti sesuatu tanpa berusaha memahaminya. Dari usaha tersebut maka akhirnya akan tercipta hasil yang baik dari proses tersebut.

Buku ini sangat menginspirasi para pembaca terkhusus bagi siswa, tetapi bukan untuk menyontek saat ulangan atau mengerjakan tugas rumah, melainkan untuk memberikan yang terbaik di waktu mereka menempuh pendidikannya. Tips-tips dan pengalaman yang dibagikan di buku ini sangat berguna bagi siswa, untuk berkembang dan memahami makna sekolah yang sebenarnya. Penulis sukses membawa para pembaca larut di dalamnya, apalagi buku ini disertai dengan komedi lucu yang menyenangkan.

Buku Student Guidebook for Dummies 2 sangat  direkomendasikan untuk sobat Pijar, sebab buku ini akan mengingatkan kembali sobat Pijar pada masa ketika masih menjadi siswa di sekolah. Materi buku ini juga ringan untuk dibaca, dan disertai dengan isi yang tidak monoton sehingga buku ini sukses menarik jiwa pembaca di dalam setiap kalimat yang ada pada buku Student Guidebook for Dummies 2.

(Editor : Lolita Wardah )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *