ILSIHASA Beri Acuan Bertindak dalam Menilai Hubungan

Sumber Foto : Instagram @ilsihasa.id

Yoga Tri Haditya

Pijar, Medan. Ada istilah yang saat ini menjadi sangat populer di kalangan milenial. Istilah tersebut digambarkan kepada seseorang yang tinggal di dalam sebuah hubungan tidak sehat. Orang-orang menyebutnya dengan Toxic Relationship. Toxic Relationship merupakan bentuk negatif yang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang secara psikologis, fisik, bahkan emosional.

I Live Positive Happy and Sane (ILSIHASA) Indonesia mengadakan webinar series dengan konsep ‘A Moment to Listen (AMTL)’ yang bertajuk “Toxic Relationship, Fix it or Leave it” sebagai pembahasannya. Acara ini dimulai pada pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, pada Minggu (28/3) melalui Zoom meeting.

ILSIHASA sendiri adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang kesehatan mental. Webinar yang merupakan salah satu program kerja dari Divisi Research and Development ILSIHASA ini membahas secara mendalam tentang permasalahan yang umumnya dialami oleh kawula muda.

Webinar dibuka oleh Zhafran Aulia selaku Master of Ceremony dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ridhea Oktavia, selaku Vice Director of ILSIHASA. Kemudian, penyampaian materi oleh Faris Faikar Hasan, S.Psi. yang sekaligus merupakan konselor dari gerakan Perempuan #Tegar. Acara yang dimoderatori oleh Nandativa Safa ini membahas mengenai problematika Toxic Relationship dan solusi-solusi yang tepat untuk menghadapinya.

Penyampaian pengenalan materi oleh Faris Faikar Hasan, S.Psi selaku pemateri dalam webinar series A Moment To Listen dengan tema “Toxic Relationship, Fix or Leave it” yang diadakan pada Minggu (28/3). (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Toxic Relationship dipilih menjadi pembahasan pembuka untuk webinar series kali ini. Zhafran Aulia mengatakan bahwa Toxic Relationship mungkin pernah dialami oleh siapapun, semakin lama orang berada dalam lingkungan yang toxic, maka ia akan lebih mudah stres serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah karena berada dalam lingkungan tersebut.

“Banyak orang mudah untuk mengatakan putusin aja, tinggalin aja. Sebenarnya itu mudah untuk diucapkan dan orang yang berada dalam hubungan tersebut pun ingin, tapi dia tidak bisa, dan nyatanya adalah orang yang dengan mudah mengatakan putusin aja, itu justru  ucapan orang yang tidak pengertian,” ungkap Faris Faikar.

ILSIHASA berharap dengan adanya webinar ini dapat menjadi acuan bagi para remaja untuk menilai apakah hubungan yang sedang mereka jalani itu hubungan yang sehat atau justru sebaliknya. Webinar series A Moment To Listen ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pemateri, sekaligus foto bersama dengan seluruh peserta.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *