Hits: 39

Alpi Sahri Ramadani Sagala / Azka Luthfiah Khalda

Pijar, Medan. Lapangan tenis Universitas Sumatera Utara (USU) yang terletak di sebelah Stadion Mini USU, Jalan Tri Dharma Pintu IV, kini semakin terbuka dan fleksibel bagi seluruh mahasiswa USU, tidak terbatas hanya bagi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis. Fasilitas ini berfungsi ganda sebagai tempat latihan rutin UKM sekaligus sarana olahraga umum bagi sivitas akademika USU.

Abdul Hakim Lubis, selaku Pembina UKM, Kepala Pelatihan untuk Mahasiswa dan Umum, sekaligus Koordinator Lapangan, menegaskan bahwa prioritas penggunaan fasilitas tetap diberikan kepada sivitas akademika.

“Jadwal mahasiswa itu biasanya Senin, Rabu, dan Jumat sore, tetapi kalau ada lapangan kosong, baik itu mahasiswa USU, pegawai, atau sivitas akademika lainnya, saya kasih saja. Pokoknya gini, kalau besok tidak ada jadwal tapi ada mahasiswa yang mau main, saya kasih juga. Kalau sama mahasiswa, saya kasih aja. Biarpun jadwalnya sebetulnya tiga kali seminggu, tapi daripada lapangannya kosong enggak berguna, ya sudahlah, main saja,” ujarnya.

Jadwal utama yang dialokasikan bagi mahasiswa adalah hari Senin, Rabu, dan Jumat, di mana lapangan dibuka mulai pukul 09.00–18.00 WIB, dengan sebagian besar mahasiswa memilih berlatih pada sore hari.

Mahasiswa yang datang dan tidak membawa raket diperbolehkan meminjam raket yang telah disediakan. Raket-raket ini berasal dari koleksi lama yang dikumpulkan atau dibeli untuk mendukung aktivitas di lapangan. Selain itu, bola tenis untuk berlatih juga tersedia dan dapat digunakan oleh mahasiswa.

Agum Pratama, sebagai asisten pelatih tenis, mengaku tantangan terbesar datang dari jenis lapangan yang digunakan, yaitu lapangan tanah, karena pengelolaannya lebih sulit dibandingkan lapangan semen.

“Selain itu, kalau hujan juga jadi tantangan, karena kita harus menyesuaikan kondisi lapangan. Tantangan lain adalah di sisi penjadwalan pengguna non-UKM, di mana pengaturan waktu main harus benar-benar diatur agar tidak terjadi tumpang tindih,” ucapnya.

Abdul Hakim Lubis menegaskan bahwa tenis memiliki nilai sosial yang penting, lebih dari sekadar olahraga. Bagi banyak orang, tenis menjadi sarana untuk memperluas pergaulan dan membangun relasi.

“Ya, sebetulnya tenis ini kan salah satu bentuk pergaulan. Melalui tenis, kita bisa lebih banyak bergaul, karena yang bermain kadang berasal dari instansi atau kalangan lain. Jadi, bisa memudahkan kita untuk mengenal orang baru. Kadang, informasi seperti penerimaan pegawai pun bisa lebih mudah kita dapat lewat pergaulan itu,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment