Aneka Ragam Keju Lokal Asli Indonesia

Sumber foto : www.idntimes.com

Nathasya Lydia N Sianipar

Pijar, Medan. Keju merupakan makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. Pada umumnya, keju memiliki bahan dasar yang terbuat dari susu sapi segar yang diolah dan difermentasi sehingga hanya meninggalkan lemak susu dan sejumlah protein lainnya.

Keju kini populer dan merupakan salah satu menu yang umum dihidangkan bagi orang-orang dari negara barat seperti di benua Eropa. Adapun negara-negara yang sangat terkenal di kalangan pecinta keju adalah Prancis dengan keju Cabécou de Rocamadour-nya, Belanda dengan keju Gouda-nya, Norwegia dengan keju Brunost, Portugal dengan keju Azeitão, dan Kroasia dengan keju Paski Sir. Namun, apakah sobat Pijar tahu? Indonesia juga memiliki keju lokal asli yang menjadi kebanggaan kuliner bangsa. Keju-keju asli Indonesia ini juga tidak kalah jika disandingi dengan keju dari luar negeri. Apa saja sih keju lokal asli Indonesia?

Dali Ni Horbo, Tapanuli, Sumatra Utara

Dali ni horbo khas Tapanuli merupakan olahan dari susu kerbau yang dimasak masih dengan cara tradisional. Mengolah susu kerbau menjadi dali atau bagot ni horbo merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan yang dimulai oleh leluhur orang Batak semenjak adanya perkumpulan orang Batak. Makanan khas asal Tapanuli ini menjadi menu utama yang selalu ada di setiap rumah orang Batak. Biasanya dali ni horbo ini disajikan dalam bentuk olahan makanan arsik, naniura, dan lainnya. Selain itu, dali ni horbo ini juga dapat dikonsumsi langsung. Rasanya yang lezat dan unik meninggalkan ingatan yang khas pada indra pengecap kita. Jika ingin mencicipi, dali ni horbo ini dapat dengan mudah kita temui di restoran atau rumah makan khas batak ataupun di pasar tradisional di Sumatra Utara.

Indrakila, Boyolali, Jawa Tengah

Kota Boyolali sangat terkenal dengan produksi susu sapi segarnya yang melimpah sehingga mendapatkan julukan sebagai kota susu. Keju indrakila inilah yang merupakan produk olahan susu dari kekayaan kota susu tersebut. Adapun jenis keju yang diproduksi adalah jenis mozzarella, feta dan mountain.

Penamaan indrakila sendiri sebagai nama produk kejunya adalah karena Noviyanto, pemilik usaha keju indrakila, mengambil dari kisah pewayangan. Dilansir dari indonesiaenterpreneur, Indrakila merupakan tempat Arjuna berdoa sebelum perang melawan Kurawa. Jadi inti dari pemakaian nama tersebut adalah sebagai tempat untuk berdoa. Ia menganggap usaha pembuatan keju ini adalah bagian dari doanya.

Keju indrakila sebagai olahan khas kota susu boyolali yang sedang ramai diminati. (Sumber foto : www.fitriananda.com)

Dangke, Makassar, Sulawesi selatan

Dangke adalah makanan pendamping nasi sehari-hari bagi masyarakat Makassar terutama mereka yang tinggal di Kabupaten Enrekang. Dangke dibuat dengan merebus campuran susu kerbau, garam, dan sedikit getah buah pepaya. Dangke sendiri merupakan makanan yang cukup langka dan sulit ditemukan selain di Enrekang yang merupakan tempat asalnya dan sudah memiliki hak paten atas dangke.

Rasa dangke yang gurih dan lezat menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Enrekang. Bahkan, Kepala Dinas Kabupaten Enrekang mengatakan bahwa dangke sudah sampai Malaysia dan Jepang. Wah, keren ya!

Dadiah, Bukittinggi, Sumatra Barat

Daerah dataran tinggi di Sumatra Barat dikenal memiliki banyak warisan macam kuliner yang unik. Dadiah terbuat dari susu kerbau yang difermentasi secara alami di dalam buluh atau ruas batang bambu. Biasanya dadiah dikonsumsi dengan cara disajikan dengan emping berasa atau disebut juga emping dadiah, bisa juga dengan siraman gula aren, selain itu dadiah juga bisa dipadukan sebagai lauk dengan sambalado, bawang dan sirih.

Olahan dadiah kini sulit ditemui dan menjadi langka karena rasanya yang unik dan khas sehingga peminatnya pun merupakan dari beberapa kalangan spesifik. Namun jika kamu ingin mencicipinya dadiah dapat ditemui di beberapa rumah makan khas padang di daerah asalnya yaitu kota Bukittinggi, Sumatra Barat.

Mungkin nama-nama keju diatas belum begitu familiar bagi kita kalangan muda karena kurangnya promosi. Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa saat ini masih banyak penikmat kuliner yang lebih suka mengonsumsi keju luar negeri ataupun keju praktis yang didapatkan di supermarket dari pada keju tradisional Indonesia. Padahal dari segi rasa, gizi, dan tampilan, keju lokal asli Indonesia tidak kalah dari keju-keju impor.

Jika sudah mengetahui jenis-jenis keju lokal, kini waktunya bagi kita untuk mulai mencoba dan beralih pilihan kepada produk keju Indonesia.

(Editor: Muhammad Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *