Rosha Asthari/Sherenika Azalia 

Pijar, Medan. “Don’t take life for granted” merupakan kutipan yang dapat dimaknai dari film Soul. Berisikan animasi petualangan kehidupan komedi asal Amerika Serikat yang dirilis pada 20 Desember 2020 kemarin. Film ini diproduksi oleh Pixar Animation Studios, dirancang, disutradarai, dan diproduksi oleh Pete Docter dan Dana Murray.

Film Soul merupakan film yang dapat dinikmati melalui platform Disney+ Hotstar. Mengundang beberapa representatif orang hitam di film ini, membuat garapan Pixar semakin unik ditonton dan tidak ‘berbeda’. Dalam film ini juga terdapat nama besar seperti Jamie Foxx, Tina Fey, dan Daveed Diggs sebagai pengisi suaranya.

Film Soul akan memenuhi isi kepala penonton mengenai hal apakah yang membedakan diri kita dengan orang-orang lainnya? Sifat kitakah? Kemampuan? Adakah suatu hal spesifik yang membuat kita menjadi kita? Lantas dari mana hal-hal tersebut berasal? Apakah kita sudah menemukannya? Dengan menonton film ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terkelupas.

Kisah film ini, berawal dari seorang guru musik bernama Joe Gardener (Jamie Foxx) yang mengajar di salah satu sekolah di Kota New York yang kemudian mendapatkan kesempatan untuk tampil bermain musik jazz (gig) bersama legenda jazz Dorothea Williams (Angela Bassett).

Joe sangat antusias akan kesempatan yang hanya datang sekali selama hidupnya tersebut. Bahkan sampai umur yang sudah dapat dikategorikan middle life crisis, ia masih memikirkan impiannya untuk terwujud, sampai-sampai ia rela melewati berbagai macam rintangan yang tidak sedikit. Joe sangat memimpikan untuk dirinya menjadi seorang musisi jazz yang terkenal, sampai-sampai ia melewati kesempatan berharga lainnya.

Tanpa diduga, Joe memasuki alam lain. Tanpa sadarnya ternyata ia setengah mati pada saat ia tengah berbahagia menerima kabar baik. Jiwa yang ia miliki tanpa sadar dihadapkan oleh berbagai macam rintangan. Joe banyak mendapatkan pelajaran akan hidup pada saat ia bertemu dengan sosok-sosok di alam setengah hidup saat itu. Terdapat beberapa peran pelaksana lain yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan Joe, seperti 22 (Fey), ibunya.

Segala rintangan yang dihadapi Joe dalam Film Soul ini, dihadirkan Pixar dengan animasi yang sangat kreatif. Memberikan gambaran akan Kota New York dan cuitan-cuitan yang dikatakan oleh karakternya sangatlah ‘new yorker’. Animasi pada alam bawah sadar juga digambarkan secara menarik. Detail-detail besar dan kecil pun tidak luput dari perhatian. Seperti scores musik pada film yang tidak lari dari nuansa jazz, sampai butiran keringat pada karakter yang bermain di atas panggung.

Pada saat Joe tengah memasuki alam lain, diceritakanlah mengenai sifat alamiah manusia sejak lahir, dari mana sifat tersebut dapat ada, hingga sampai ke tahap proses ada dalam diri manusia. Proses yang dilewati Joe, membuatnya mengerti arti kehidupan yang sebenarnya.

Joe memang mencintai jazz sepenuh hati dan jiwa yang ia miliki, namun ternyata ada makna kehidupan yang lebih luas dari itu semua. Ternyata hidup lebih dari sekadar kotak yang disediakan untuk dirinya. Merelakan beberapa hal, yang kemudian mengajarkan untuk tetap bertahan hidup ke depan bersama jiwanya. “I heard a story about a fish, he searched an ocean but actually he was already in it,” ucap Dorothea kepada Joe di salah satu adegan. Hal-hal yang disangka adalah tujuan hidup yang harus dicapai, mungkin ternyata sebenarnya tidak. Terkadang hal-hal kecil lainlah yang memiliki artian lebih besar, yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment