Clouds: Jangan Menunggu Hari Esok, Hidup Untuk Hari Ini

Sumber foto: rogerebert.com

Icha Kumala Dewi / Intan Husnul Khatimah

“Kamu tak perlu mengetahui bahwa kamu tengah sekarat untuk bersemangat memulai hidup yang baik.”

Pijar, Medan. Clouds merupakan film yang diangkat dari kisah nyata seorang remaja penderita osteosarcoma atau kanker tulang yang mempunyai mimpi menjadi seorang musisi. Dia adalah Zach Sobiech, pria yang selalu penuh semangat menjalani sisa hidupnya dan selalu menebar senyuman tulus.

Film ini diadaptasi dari sebuah buku berjudul Fly a Little Higher: How God Answered a Mom’s Small Prayer in a Big Way karya Laura Sobiech. Laura Sobiech adalah seorang ibu yang mengenang perjuangan anaknya melawan kanker tulang untuk menginspirasi banyak orang yang dituangkan dalam sebuah buku. Kehidupannya yang begitu singkat, penuh seyuman, dan impian yang sangat menginspirasi banyak orang membuat pihak Disney merilisnya ke dalam sebuah film.

Zach yang telah didiagnosis mengidap kanker sejak umur 14 tahun masih dengan semangat menjalani aktivitas selayak remaja pada biasanya. Sosok Zach pun adalah anak baik yang selalu ceria dan gemar membuat orang di sekitarnya tertawa.

Suatu hari, saat ia hendak mengajak Amy piknik berdua, ia mendadak batuk-batuk dan membuat ibunya cemas sehingga dibawa ke rumah sakit. Dari sinilah diketahui bahwa kankernya sudah menyebar dan berada di stadium akhir yang membuatnya hanya mempunya sisa waktu sekitar enam bulan lagi untuk hidup. Bukannya menjalani perawatan, Zach malah meminta untuk menghentikan segala perawatan dan kemoterapinya. Ia memilih untuk mencoba hidup normal seperti orang lain.

Karena waktunya yang terbatas, ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa dikenang dan dapat bermanfaat bagi semua orang. Bersama sahabatnya Sammy ia mulai mewujudukan cita-citanya dan menciptakan lagu yang membuat mereka menjadi viral. Hingga mereka di undang oleh BMI  New York untuk bekerja sama dan menandatangani kontrak.

Lagu yang berjudul “Clouds” pun lahir. Lagu yang ditulis dalam perjalanan pulang dari New York ini dinyanyikan bersama sahabatnya, Sammy. Setiap syair lagu tersebut menggambarkan keadaannya melawan kanker yang dibalut dengan impian-impian indah.

Zach Sobiech wafat pada 20 Mei 2013. Beberapa hari setelah kematiannya, lagu Clouds melesat ke nomor 1 di iTunes. Lagunya pun telah diunduh dan diputar lebih dari 200 juta kali. Hasil penjualan lagu tersebut terkumpul lebih dari dua juta dolar dan digunakan untuk riset yang mana sedang dalam proses penemuan obat untuk kanker. Lalu, dana tersebut juga disumbangkan ke Zach Sobiech Osteosarcoma Fund yang merupakan tempat anak-anak penderita kanker.

Orang baik pasti dikelilingi oleh orang-orang yang baik juga. Begitu pula dengan Zach. Ia mempunyai keluarga yang selalu mendukungnya. Ayah dan ibunya yang begitu mengusahkan pengobatan terbaik untuk Zach. Mulai dari pengobatan medis hingga pengobatan tradisional ke Prancis pun dicoba.

Lalu ada Sammy Brown sahabat dari kecil yang selalu ada di saat Zach senang maupun sedih. Amy Adamle, sosok wanita yang sangat mencintai Zach Sobiech tanpa memandang fisik dan kekurangannya. Dan juga Milton Howery, seorang guru yang membukakan jalan pikiran Zach Sobiech untuk menunjukkan bahwa hidup ini hanya sekali, dan lakukanlah yang terbaik.

Film ini sangat memotivasi dan cocok sekali dijadikan tontonan. Saat menonton pun hanya ada rasa kagum, kagum, kagum, dan terharu. Kita juga dapat termotivasi untuk terus semangat dalam menjalani hidup selagi masih sehat dan bisa hidup dengan normal.

Film yang rilis pada tanggal 16 Oktober 2020 ini disutradarai oleh Justin Baldoni. Film ini diperankan oleh Fin Argus, Neve Campbell, Sabrina Carpenter, dan Madison Iseman. Jangan lupa sediakan tissue ya saat menonton film ini, karena akan membuat nangis bombay banget nih!

(Editor: Widya Tri Utami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *