Hits: 20

Farah Asy-syifa / Reny Elyna

Pijar, Medan. Dunia musik kembali dihebohkan dengan hadirnya lagu baru dari sang bintang pop, Taylor Swift. Pada Jumat (21/10/22) penyanyi dengan nama asli Taylor Alison Swift ini merilis album barunya yang kesepuluh dengan judul Midnights. Album tersebut memiliki tiga belas lagu dan menjadikan lagu berjudul “Anti-Hero” sebagai lagu utamanya.

“Anti-Hero” merupakan lagu bergenre pop yang diiringi dengan alunan beat yang santai. Hal tersebut lantas membuat lagu ini cocok didengar kapan saja. Lagu yang berdurasi 3 menit 20 detik itu pun sudah berhasil diputar 118.921.442 kali di platform musik. Di sisi lain, video klipnya sudah ditonton lebih dari 45 juta kali di YouTube.

Berbeda dengan lagu ciptaan Taylor Swift terdahulu, lirik lagu “Anti-Hero” ini menggambarkan tentang pengalaman pribadi Taylor Swift selama menghadapi kontroversi yang ia peroleh di perjalanan kariernya. Lagu ini menjelaskan posisi Taylor yang akhirnya mengakui bahwa dia yang salah.

“Anti-Hero” adalah sebutan untuk orang yang tidak memiliki sesuatu yang menjadi hero material. Pada suatu film, seseorang yang memiliki kepribadian yang baik, berbuat kebaikan demi sesama, dan menjaga citranya adalah seorang pahlawan (hero). Sehingga, kebalikan dari itu semua adalah seorang anti-hero. Keadaan ini menggambarkan posisi di mana seseorang tidak disukai oleh orang-orang.

Selain mengambarkan pengalaman pribadinya, penyanyi kelahiran Pennsylvania, Amerika tersebut juga mengangkat tema kesehatan mental. Ia turut bercerita mengenai kesehatan mentalnya yang terganggu akibat konflik yang harus dihadapinya serta perasaannya yang selama ini dihadapkan dengan “drama” yang mengharuskan dirinya untuk ikut serta.

Sejalan dengan hal itu, Taylor Switf juga secara terang-terangan menyebutkan ketakutannya akan kehilangan orang-orang yang dicintainnya. Hal tersebut dapat terlihat dari lirik lagu yang ia ciptakan.

I wake up screaming from dreaming
(Aku bangun berteriak dari mimpi)

One day I’ll watch as you leaving
(Suatu hari aku akan melihat saat kamu pergi)

Cause you got tired of my scheming
(Karena kamu bosan dengan rencanaku)

For the last time
(untuk terakhir kalinya)

Tertulis bahwa Taylor mengalami mimpi buruk dalam tidurnya karena overthink tentang orang-orang yang akhirnya akan pergi dari dirinya sebab akan lelah dengan kelicikan Taylor. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa walaupun ia sudah berusaha membela dirinya di kehidupan nyata dan di internet serta dengan bantuan-bantuan yang ia dapatkan dari temannya, Taylor masih saja merasa bersalah telah menjadi seseorang yang licik dan berbuat drama.

Selanjutnya, lagu ini disambung dengan lirik yang ikonik di awal chorus.

It’s me, Hi!
(Ini aku, hai)

I’m the problem it’s me
(Aku masalahnya, ini aku)

At tea time, everybody agrees
(Saat minum teh, semua orang setuju)

Alih-alih menyangkal bahwa dirinya tidak bersalah sebagai pembelaan, Taylor yang selama ini sering dipancing untuk terlibat kontroversi justru setuju dengan pernyataan bahwa dia lah yang menjadi masalahnya. Dengan nada yang ceria, Taylor Swift melantunkan sapaan merdu namun menusuk ketika para penikmat lagu mendengar ia berada di pihak yang sama dengan haters.

I’ll stare directly at the sun
(Aku akan menatap langsung ke matahari)

But never in the mirror
(Tetapi tidak pernah di cermin)

It must be exhausting always rooting for the anti-hero
(Pasti melelahkan selalu rooting untuk anti-pahlawan)

Dalam lirik di atas Taylor Swift menyatakan bahwa ia berani menatap apa pun termasuk matahari. Matahari yang pada kenyataannya bersinar terang dan akan memberikan efek silau ketika ditatap oleh mata secara langsung pun akan tetap dihadapi oleh Taylor. Ia menulis lirik tersebut dengan makna bahwa jika nantinya orang itu akan memberikan rasa sakit, ia akan tetap berani menghadapinya.

Namun, lain halnya dengan menatap sebuah cermin. Ketika melihat cermin, objek yang dilihat adalah diri sendiri. Dengan perumpamaan ini, dapat diartikan dengan seseorang yang siap sedia untuk berlawanan dengan semua orang, tetapi tidak berani untuk menghadapi dirinya sendiri.

Bahkan ketika ada seseorang yang masih berpihak pada dirinya, Taylor berkata bahwa mereka akan lelah selama ini menyemangati seorang anti-hero seperti dirinya.

Lewat lagu ini, Taylor Swift memberikan sebuah cara lain untuk menanggapi masalah. Ketika dikucilkan oleh sekitar, mungkin ada cara yang dapat memberikan kita ke akhir yang baik yaitu penerimaan. Lagu ini ditutup dengan melodi playful setelah Taylor menuturkan reff terakhir.

(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

Leave a comment