Putri Arum Marzura

Pijar, Medan. Endank Soekamti, grup musik asal Yogyakarta ini, identik dengan lagu-lagunya yang syahdu serta membawa pendengar ikut dalam alunan lagunya. Lirik-lirik bermakna dalam dan membangun semangat menjadi ciri khas lagu mereka. Ada banyak cerita yang terkandung dibalik lagu-lagu mereka.

Baru-baru ini, Endank Soekamti mengeluarkan album barunya yang berjudul Soekamti Day.  Dalam album terbarunya ini,  mereka juga mengeluarkan single pertama yang berjudul Sampai Jumpa. Dengan suguhan aransemen yang minimalis, serta diiringi alunan cello, lagu ini terdengar begitu syahdu, dan membawa hanyut pendengar bersama dengan lagu ini.

‘Sampai Jumpa’ menjadi lagu terakhir yang direkam Endank Soekamti dengan konsep Outdoor Studio. Dimana penggarapan semua lagu yang ada di album ‘Soekamti Day’ dilakukan di Gili Sudak, Nusa Tenggara Barat. Mengasingkan diri selama 30 hari, demi merekam semua lagu dengan peralatan sederhana tetapi hasilnya dijamin tidak sesederhana peralatan yang mereka bawa.

Walaupun lagu ini terdengar syahdu, jika kita mendalami lirik-lirik yang ada dalam lagu ini kita menemukan kata-kata untuk penyemangat dan menghibur bagi para pendengar yang sedang dalam hati yang kurang bersahabat. Hal seperti itulah yang membuat lagu ini menjadi pujaan banyak pendengarnya.

            Datang akan pergi

            Lewat kan berlalu

            Ada kan tiada

            Bertemu akan berpisah

Awal akan berakhir

Terbit kan tenggelam

Pasang akan surut

Bertemu akan berpisah

            Heiii sampai jumpa dilain hari

            Untuk kita bertemu lagi

            Ku relakan dirimu pergi

Meskipun ku tak siap untuk merindu

Ku tak siap tanpa dirimu

Ku harap terbaik untukmu

Kata-kata dalam lirik lagu ini sangat menyentuh. Sanggupkah kita menahan rindu dengan orang yang kita sayang? Atau  mampukah kita melepas seseorang yang begitu kita cintai dengan penuh kerelaan? Bagi para pendengar yang sedang jatuh cinta dan merasakan hubungannya sedang renggang, mungkin akan lebih menghayati lagu ini dengan dalam dan merasakannya sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang belajar melepaskan dan mengikhlaskan. Lalu berdoa dalam harapan agar keadaan yang diinginkan terwujud dan tidak ingin kehilangan orang-orang yang sangat dibutuhkan dalam hidupnya. Namun,kenyataan berkata sebaliknya, keadaan harus membuat kita melepaskan orang yang kita cintai itu pergi dengan harapan kehidupan yang baik untuknya. Sangat pahit untuk diterima, dan sangat sakit untuk dijalani. Namun itulah roda kehidupan yang harus dijalani, bahwa setiap pertemuan akan membawa perpisahan.

(Redaktur: Viona Matullessya)

 

 

Leave a comment