Hits: 23

Hesmitha Eunike / Agnes Priscilla / Samuel Sinurat / Grifin Angelina Tobing

Pijar, Medan. Hujan deras yang melanda kota Medan pada Kamis malam (03/12) hingga Jumat dini hari (04/12) mengakibatkan sungai Deli meluap. Bukan hanya wilayah Medan, banjir setinggi 5 meter ini juga menerjang kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang. Sabtu (05/12) data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada lima orang yang meninggal dunia, dua orang hilang, dan 4.249 Kepala Keluarga (KK) atau 12.783 jiwa terkena dampaknya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan banjir besar melanda Daerah Aliran Sungai (DAS) Belawan mulai dari hulu (Delitua) hingga hilir sampai ke kota Binjai. Sejumlah lokasi dikepung banjir dengan ketinggian di atas 1,5 meter, berangsur surut menjadi 30 hingga 60 sentimeter.

“Warga harus pindah untuk sementara waktu, karena rumahnya masih kebanjiran akibat Sungai Deli yang mengamuk tadi malam. Akhirnya ratusan warga yang berdomisili di pinggiran sungai terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keamanan dan keselamatan,” ujar Darmin, warga Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Nurly, Sekretaris BPBD Kota Medan mengungkapkan bahwa banjir sudah meluas ke sembilan kecamatan kota Medan, antara lain Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Helvetia dan Medan Labuhan.

Mengutip dari cnnindonesia.com, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam pernyataannya meminta personil TNI, Polri serta Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk siaga dan mencari korban yang kemungkinan terseret air saat banjir. “Ibu-ibu dan anak-anak biar di posko pengungsian. Sudah disiapkan dapur dan makanan. Air bersih juga akan datang,” kata Edy saat meninjau lokasi perumahan yang terdampak banjir di Tanjung Selamat, Jumat (04/12).

Proses evakuasi korban banjir.
(Sumber Foto: Kompas.com)

Proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan TNI, Polri serta Basarnas sangat memprihatinkan, mengingat tingginya volume air dan hujan yang terus-menerus datang. Sejauh ini (06/12) tercatat  ada 181 jiwa yang dievakuasi, diantaranya 67 jiwa adalah anak-anak dan 26 jiwa adalah lansia. Untuk penampungan sementara warga korban banjir, posko pengungsian berada di Balai Desa Tanjung Selamat dan Arhanud Tanjung Selamat. Edy mengingatkan petugas penanggulangan bencana untuk memperhatikan kapasitas dan kelayakan fasilitas pendukung seperti sanitasi, MCK, hingga pelayanan kesehatan bagi warga di lokasi khusus.

Banjir yang terjadi di Kota Medan pun mendapat perhatian dari khalayak ramai di media sosial Twitter. Tagar #prayformedan digaungkan netizen dengan pembicaraan lebih dari 3.269 kali, bahkan beberapa instansi mulai membuka donasi untuk Kota Medan.

Leave a comment