Hits: 22
Shevilla Mayori / Alvira Rosa
Pijar, Medan. Bagi sebagian orang, menentukan pilihan setelah menamatkan pendidikan terasa begitu sulit. Kesulitan tersebut bisa jadi disebabkan oleh ketidakpercayaan diri dengan potensi, kurangnya motivasi, ataupun lingkungan yang tidak mendukung.
Oleh sebab itu, Kagama Human Capital dan Gama Career Plan, mengadakan webinar mereka yang ke-3 pada (29/11) pukul 13.00 WIB. Webinar ini menjawab permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, dengan mengusung tema “The Three Paths After Graduation”.
Webinar yang dilakukan melalui aplikasi Zoom ini, mengundang 3 pembicara handal di masing-masing bidang yang mereka geluti. Ketiga pembicara tersebut ialah Rina Faqih, (Sc. Director di PT. Great Giant Pineapple). Muhammad Imran (Seorang Founder Data Driven Asia), dan Ratna Prabandari (Kepala divisi pelayanan beasiswa LPDP). Webinar yang terbuka untuk umum ini, banyak dihadiri oleh mahasiswa fresh-graduate dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelumnya Kagama Human Capital dan Gama Career Plan juga sempat menyelenggarakan dua webinar yang bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai tingkat persaingan yang ada di dunia kerja serta menyadarkan para generasi untuk lebih mengenali dan mengembangkan potensi diri sendiri.
Dalam webinar yang ketiga ini, mereka mencoba untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa di Indonesia bahwa selain bekerja di perusahaan, berwirausaha, dan melanjutkan studi juga merupakan pilihan yang baik untuk menjadi opsi yang dipilih.
“Biasakan untuk melihat masalah menjadi sebuah tantangan yang bisa diselesaikan, bukan malah jadi beban. Itulah pentingnya kita harus berpikir out of the box,” papar Rina Faqih, pembicara pertama dalam webinar.
Ia membawakan materi mengenai fokus setiap orang yang berbeda-beda. Ia juga menyinggung tentang perubahan industri yang telah terjadi saat ini. Menurutnya, lama kelamaan kemampuan kerja tecnical telah digantikan oleh mesin. Maka untuk itu, diperlukannya soft skill yang dapat kita geluti, agar nantinya sesuai dengan bidang apa yang kita kerjakan.
Setelah pemaparan materi oleh Rina Faqih, pemaparan materi selajutnya dibawakan oleh Muhammad Imran. Di mana ia menegaskan bahwa, “sebagai seorang wirausahawan, kita harus selalu waspada bahwa ketidakpastian ada di depan mata. Perubahan pasar industri dan banyaknya kompetitor lumrah menjadi makanan sehari-hari,” ungkapnya.
Kendati demikian, pemaparan materi terus berlanjut sampai di pembicara terakhir yaitu Ratna Prabansari. Di mana sebagai kepala divisi pelayanan beasiswa, ia berpesan kepada para pendaftar beasiswa, “untuk dapat bisa lebih berani, lebih giat, dan teliti dalam mencari berbagai informasi. Jangan hanya diam dan menunggu jawaban saja,” tuturnya.
Dan sebagai kesimpulan dari acara ini, Ratna angkat bicara mengenai siapapun kita di dunia ini, “sebenarnya mau itu jadi seorang profesional, akademisi, maupun wirausahawan semua tergantung niat yang diluruskan. Kamu harus pikirkan baik-baik kedepannya mau jadi apa,” jelasnya.
Pernyataan itupun kian dilengkapi oleh Rina dengan satu pernyataan tegas yang wajib untuk diingat. “Oiya, kita jangan lupa untuk minta restu orangtua dari setiap apa yang akan kita kerjakan, karena itu sangat berpengaruh kedepannya,” tutup Rina sebagai pembicara, sekaligus mengakhiri acara webinar ini.
(Editor: Erizki Maulida Lubis)

