Christian Yosua

Pijar, Medan. Status mahasiswa merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi setiap mahasiswa. Menjadi mahasiswa yang menyandang kata ‘maha’ menuntut setiap mahasiswa harus lebih baik dibanding sebelumnya. Kemampuan berbicara di depan umum, berpikir kritis, membangun relasi, hingga mengatur waktu yang baik tanpa mengorbankan akademik dalam kampus sangat diperlukan. Untuk itu, mahasiswa memerlukan pengetahuan mengenai hal-hal tersebut yang barangkali tidak bisa dipelajari di dalam kelas.

Salah satu cara yang dapat ditempuh mahasiswa baru untuk mendapatkan pengetahuan tersebut di masa pandemi ini adalah melalui seminar, talkshow, maupun diskusi secara daring. Maka dari itu, Unit Kegiatan Mahasiswa Ekonomi Syariah Kelompok Studi Ekonomi Islam Forum Studi Ekonomi Islam Universitas Sumatera Utara (KSEI FoSEI USU) berinisiatif menyelenggarakan Talkshow Inspiratif. Talkshow tersebut diisi dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara, melalui aplikasi Zoom meeting pada (17/10).

Acaranya pun mengusung tema “Moral & Intelectual Integrity of New Student on New Normal Condition”. Para narasumber dalam kegiatan ini mengatakan agar mahasiswa baru USU dapat membentuk pribadi yang berintelektual tinggi dan berperan aktif di era new normal. Peran mahasiswa dimasa sekarang bisa dikatakan mulai jauh dari rutinitasnya, tidak menyukai kegiatan diskusi ilmiah, cenderung berada di zona nyaman padahal situasinya tidak adil.

Peran mahasiswa sebenarnya harus lebih aktif dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya sibuk dengan tugas kampus, tetapi seharusnya juga ikut memperjuangkan ketidakadilan yang dirasakan. Prestasi akademik dalam kampus harus bisa berjalan dengan tetap mengikuti organisasi-organisasi dalam kampus, diskusi ilmiah, dan membangun relasi yang baik untuk menjadikan diri kita sebagai mahasiwa yang kritis.

Mahasiswa yang ideal adalah mereka yang berperan aktif sebagai penggagas dan menjadi pelaku dari suatu perubahan kebaikan melalui sikap dan pikiran kritis mereka. Ada banyak perubahan yang bisa dilakukan untuk kebaikan kampus dengan peran aktif para mahasiwa baru. Pertama, dengan prestasi akademik kampus, belajar dan memahami adalah hal penting. Setiap kegagalan yang terjadi dalam prosesnya, jadikan sebagai motivasi untuk lebih baik kedepannya. Buatlah namamu yang membanggakan kampus bukan kamu bangga karena masuk kampus tersebut.

Esensi menjadi mahasiswa yang seharusnya adalah perubahan kebaikan yang dapat dilakukan oleh semua mahasiswa baru. Menjadi mahasiswa baru membuat segala hal tentang kampus menjadi sesuatu yang wajib diketahui. Mempunyai tujuan ingin menjadi apa selama dikampus adalah jawaban yang harus segera didapatkan pada masa awal perkuliahan. Karena dalam dunia kampus ada banyak tawaran yang datang kepada mahasiswa baru. Baik itu mengikuti perekrutan menjadi bagian dalam organisasi ataupun himpunan para abang kakak senior.

Mahasiswa baru dihadapkan dengan banyak tawaran dan pastinya semua tawaran itu belum tentu baik untuk diikuti. Dengan itu, para mahasiswa baru harusnya sudah mempunyai tujuan ketika sudah masuk kedalam dunia kampus. Sehingga ketika memilih tawaran yang datang, kita sudah mengetahui ingin memilih tawaran yang mana untuk menjadi tempat berproses dan mencapai tujuan yang sudah ditargetkan sejak awal.

“Mahasiswa baru harus kritis menganalisis terlebih dahulu baru mencoba. Esensi menjadi mahasiswa adalah mempunyai tujuan dan arah untuk kepentingan masyrakat. Berpikir kritis bisa mempertahankan tujuan hidup yang sudah dibangun sejak awal masuk kampus,” ungkap M. Iqbal Harefa sebagai salah satu narasumber.

Sekarang semua kembali kepada mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara. Tetapkan sejak awal tujuan yang ingin dicapai dalam kampus. Mahasiswa adalah agen perubahan, hal itu bisa tercapai dengan pribadi yang mempunyai intelektual tinggi dan berperan aktif dalam setiap kegiatan kampus.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment