Cut Tasya Salsabila

Pijar, Medan. Salah satu label musik ternama Amerika, 88rising, sukses menggelar konser musik secara online pada 6 Mei 2020 waktu setempat atau pada 7 Mei 2020 waktu Indonesia. Bertajuk “Asian Empowerment”, pada dasarnya, konser tahun ini memiliki konsep yang sama dengan konser-konser 3 tahun belakangan, yaitu Heads in The Clouds. 88rising mendiskripsikan acara ini sebagai festival musik online untuk merayakan asia talent yang paling dinanti-nanti dunia.

Konser online ini dilaksanakan bertepatan dengan “Asian and Pacific Islander American Heritage Month” pada bulan Mei. Dikutip dari Wikipedia, Asian and Pacific Islander American Heritage Month itu sendiri adalah suatu periode selama bulan Mei di Amerika Serikat untuk mengakui kontribusi dan pengaruh orang Amerika keturunan Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik terhadap sejarah, budaya, serta prestasi di Amerika Serikat.

Mengangkat tema “Asian Empowerment”, terdapat suatu tujuan yakni agar masyarakat Asia merasa dipresentasikan dan tidak dibatasi oleh stereotip mengenai orang Asia yang tidak dapat menjadi seorang seniman ataupun artis yang diminati oleh dunia. Tema ini ditunjukkan kepada seluruh orang Asia yang memiliki mimpi untuk bisa sukses di dunia hiburan bahwa hal apa pun tidak dapat menghalangi jalan keberhasilan mereka..

Tayang melalui streaming di Twitter dan Youtube milik 88rising, acara ini dimeriahkan oleh berbagai penyanyi Asia dan penyanyi Amerika keturunan Asia seperti Rich Brian, dan Higher Brother. Tak hanya menghadirkan bintang dari agensi sendiri, mereka turut mengundang artis lain yaitu Phum Viphurit, Keshi, dan berbagai artis ternama lainnya dengan total 23 penyanyi yang terdapat dalam line-up. Di tengah acara, terdapat  pula penampilan kejutan dari artis yang namanya tidak muncul di line-up, yaitu Jackson Wang dari Hongkong.

Konser yang berdurasi selama lebih kurang 4 jam itu tidak hanya menghibur penonton dengan nyanyian, tetapi juga diselingi oleh beberapa aktivitas menarik untuk lebih mengenal penyanyinya. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa wawancara, memasak, dan masih banyak lagi. Tetapi yang paling menarik perhatian adalah dance battle antara Rich Brian dan Kang Daniel di mana mereka saling unjuk kebolehan menari secara jarak jauh namun tetap terlihat seru sekaligus menghibur.

Tidak hanya sekedar menggelar konser online, Asia Rising turut menghadirkan aksi galang dana untuk Asian American Advancing Justice yang memperjuangkan hak-hak warga keturunan Asia-Amerika yang saat ini tengah mendapat tindakan rasisme dan stereotip dikarenakan wabah COVID-19. Dana yang berhasil terkumpul berjumlah sekitar 330 juta rupiah, melebihi target awal yang ditetapkan yaitu sekitar 150 juta rupiah.

Asia Rising Forever menarik minat masyarakat di berbagai belahan dunia, terbukti dengan menjadi trending topic pertama di Twitter sejak acara dimulai. Melalui akun Twitter-nya, label musik ini berterima kasih kepada donatur dan 3 juta penonton yang telah menyaksikan serta menikmati konser musik online yang telah mereka selenggarakan.

Sayangnya, sebuah acara tidak mungkin berjalan mulus begitu saja tanpa adanya hambatan. Terjadi kerusuhan yang disebabkan oleh penonton di kolom komentar. Beberapa penonton mengisi kolom komentar dengan menanyakan kehadiran artis yang mereka gemari dan melakukan spam dengan mengirim nama-nama artis itu secara berulang di saat penyanyi lain sedang tampil. Beberapa penonton lain mencoba menegur, namun perbuatan ini tetap tidak bisa dihentikan hingga akhir acara.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

Leave a comment