Fatin Faiza Siregar

Judul                           : Konspirasi Alam Semesta
Penulis                        : Fiersa Besari
Penerbit                      : mediakita
Genre                          : Novel
Jumlah halaman       : 244 Halaman
ISBN                            : 978-979-794-535-0
Tahun terbit               : 2017

Pijar, Medan. Fiersa Besari, sosok yang berasal dari Bandung ini telah merilis album solo sejak tahun 2012 hingga akhirnya berkelana keliling Indonesia untuk mencari jati dirinya. Karya pertama dari Fiersa yang berjudul “Garis Waktu” mencakup rangkuman tulisannya dalam kurun waktu 2012-2016. Kemudian pada tahun 2015, ia merilis sebuah album dengan judul “Konspirasi Alam Semesta” sampai akhirnya lahir album buku (albuk) dengan judul yang sama di tahun 2017. Albuk (Album dan Buku) ini menjadi khas karena disetiap akhir bab terdapat lirik dari lagu dalam album konspirasi alam semesta. Seakan kekasih, buku ini tak lengkap rasanya bila dibaca tanpa mendengarkan lagu dari album tersebut. Masih dalam genre romansa, penulis mengajak pecandu buku untuk terbawa dalam perjalanan cinta antara manusia dengan manusia dan alam.

Berawal dengan kisah Juang Astrajingga, anak sulung dari dua bersaudara yang hanya mencintai tiga hal yaitu keluarga, alam dan sastra. Tulisan sudah menjadi pasangannya sejak masa akhir perkuliahan. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasan kepergiannya hingga menetap di kota Bandung. Hidup Juang tidak “sekena” penampilannya. Itu dapat dilihat dari pengalaman pahit masa kecilnya sampai bertemu dengan Anna.

Pertemuannya dengan Ana Tidae tidak jauh beda seperti kisah sinetron. Tabrakan kecil yang tak disengaja serta senyum gadis itu cukup membuat jagat raya Juan seketika berhenti. Seakan doa Juang dikabulkan, hari-hari berikutnya ia habiskan bersama Ana. Bermula dari wawancara untuk pekerjaannya hingga pergi nonton maraton karya Alferd Hitchcock. Juang tidak pernah menyangka, kalau hari-harinya terasa biasa saja sebelum bertemu dengan Anna. Semua yang dulu ia anggap istimewa seakan mengaku kalah di hadapan gadis itu.

Juang adalah petualang yang kelewat liar untuk diikat, kelewat batu jadi melankolis. Tapi dengan gadis ini berbeda. Ia juga seorang pemimpi dan impiannya dapat berubah, bertambah bahkan berkurang. Bagi lelaki itu sendiri, impiannya telah bertambah satu yaitu melangkah beriringan bersama Ana Tidae. Juang mencintai Ana dengan caranya sendiri. Ia tak pernah memperlakukan Ana layaknya sang ratu. Ia mengajak Ana sebagai seorang pemikir untuk sama-sama memilih dalam hal kecil sekalipun. Ana pun menyukai hal itu. Bahkan semua hal tentang Juang, ia suka.

Bagi Juang, Ana tidak seperti perempuan pada umumnya. Anak dari Shinta Aksara dan David ini lebih menyukai film-film noir atau beberapa buku daripada gincu serta teman-temannya. Walaupun sudah ada yang punya, Juang merasa wanita itu memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. Tapi nyatanya, Ana bukanlah wonder woman yang mampu memberikan cintanya kepada semua orang. Juang membutuhkan kepastian dan Ana “wajib” memberikan apa yang Juang butuhkan.

Albuk ini tidak hanya menceritakan kisah cinta antar manusia, tapi juga antara Tuhan dan alam. Penulis menggunakan berbagai sudut agar pembaca tidak merasa bosan. Banyak kata-kata sederhana namun cocok untuk dijadikan kumpulan quote.

“Aku pernah bertanya pada diriku sendiri: apakah kita, yang berawal dari pengkhianatan, akan berujung pada pengkhianatan juga? Apakah karma akan menghampiriku dan mengambilmu untuk ditaruh di dekapan orang lain dengan cara yang sama?”

Kisah Juang dan Anna sering kita temukan di dunia nyata namun jarang diceritakan. Fiersa menulis cerita keduanya dengan lengkap, mengalir dan mungkin tertebak diakhir. Konspirasi alam semesta menyajikan diksi-diksi sederhana namun kaya. Sebait kata yang dihasilkan mampu menghipnotis pembaca untuk terus terpaku pada buku. Tak sulit untuk mengerti tiap katanya karena kalian akan paham sendiri dengan membaca.

Selamat menikmati!

Leave a comment