Hits: 4

Michael Sitorus

Pijar, Medan. Hingga saat ini, film horor menjadi tontonan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Terbukti, film horor psikologi yang berjudul Siksa Kubur berhasil mendapatkan 2,5 juta penonton dalam waktu sembilan hari sejak penayangannya di bioskop Indonesia pada 11 April 2024.

Film ini menghadirkan sejumlah aktor besar yang sangat berpengalaman dalam industri film Indonesia, seperti Reza Rahadian (Adil) dan Faradina Mufti (Sita).

Disutradarai oleh Joko Anwar, Siksa Kubur bercerita tentang karakter utama yang bernama Sita dan kakaknya bernama Adil. Mereka telah kehilangan orang tuanya ketika masih remaja, yang diakibatkan kejadian bom bunuh diri oleh pelaku yang mendengar dan takut dengan siksa kubur. Semenjak kejadian itu, Sita telah kehilangan kepercayaan mengenai agamanya, termasuk hukuman siksa kubur.

Saat Sita telah dewasa, ia memiliki tujuan hidup untuk mencari orang yang paling berdosa dan menunggu seseorang itu meninggal. Tujuannya, agar ia dapat masuk ke dalam kuburannya dan membuktikan secara langsung tentang kebenaran adanya agama dan hukuman siksa kubur.

Film yang berdurasi 1 jam 57 menit ini memberikan banyak pertanyaan dan plot twist dari awal hingga akhir ceritanya. Para penonton akan diajak berteori dalam menjawab pertanyaan yang muncul di dalam cerita. Salah satu bagian yang akan membuat penonton kebingungan adalah mengenai nasib Sita dan Adil di akhir cerita.

Banyak penonton yang berteori bahwa nasib Sita dan Adil yang ditampilkan di akhir film, telah terjawab saat Sita masuk ke dalam kuburan orang yang paling berdosa.

Selain mengangkat isu agama, film Siksa Kubur ini juga mengangkat berbagai isu kesehatan mental. Korban pelecehan seksual, trauma, serta rasa takut berlebihan yang dirasakan oleh dua bersaudara tersebut digambarkan di dalamnya.

Karya ini merupakan adaptasi dari film pendek yang berjudul Grave Torture. Karya yang sama dari Joko Anwar ini ditayangkan di YouTube pada tahun 2012. Plot ceritanya juga cukup mirip, bercerita tentang seorang anak kecil yang masuk ke dalam kuburan ayahnya dan menyaksikan siksa kubur secara langsung.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Joko Anwar menyatakan bahwa ia sengaja meninggalkan banyak tanda tanya dan misteri agar penonton dapat saling berdiskusi. Berbagai misteri yang ada akan menjadi nilai lebih dalam sebuah film, karena menjadi pusat obrolan bagi para penonton. Mereka akan saling bertanya dan memberikan pendapatnya untuk menjawab kebingungan yang muncul di dalam cerita.

“Saya merasa bahwa kalau misalnya film bisa didiskusikan bukan hanya oleh penikmat film, rakyat siapa pun bisa berdiskusi soal film, saya rasa itu menjadi nilai tambah untuk sebuah film,” ujar Joko Anwar.

Kisah horor psikologis yang menakutkan, tetapi berisi refleksi makna kehidupan dan kematian. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul seiring cerita berjalan mengajak penonton untuk berpikir keras. Siksa Kubur dengan segala teorinya menjadi film yang direkomendasikan untuk ditonton.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment