Siti Halimah

Pijar, Medan.Geisha bukan pelacur dan juga bukan sebuah istri, kita menjual keahlian kita bukan tubuh kita. Arti kata geisha yang sebenarnya adalah seniman, seorang dianggap geisha jika telah dinilai sebagai seni yang bergerak” begitulah kutipan yang terdapat dalam film yang diproduksi oleh Columbia Pictures, Dream Works tersebut. Rilis di Amerika Serikat pada tanggal 9 Desember 2005, film yang telah memenangkan 6 nominasi dalam Academy Awards ini diperankan oleh Gong Li (Hatsumomo), Zhang Ziyi (Sayuri) dan Michelle Yeoh (Mameha).

Memories of geisha bercerita tentang kehidupan Sayuri, perempuan cantik bermata biru. Awalnya Sayuri memiliki nama Chiyo, tinggal dengan kedua orangtuanya dan seorang kakak. Namun saat ayahnya tidak mempunyai uang, ia menjual Chiyo dan kakaknya (Satsu), mereka terpisah saat berada di Okiya. Chiyo anak berusia 9 tahun harus bekerja menjadi pelayan Hatsumomo seorang geisha yang terkenal di Okiya. Kehidupannya sangat menyedihkan, sampai akhirnya di sebuah jembatan ia bertemu dengan Tn.Ketua (Iwamura Ken) yang menghibur dan memotivasi dirinya. Mendapat uang dan saputangan dari Tuan tersebut untuk membeli makan, ia malah menaruh uangnya di sebuah kuil dan hanya menyimpan sapu tangan yang diberikan. Berharap dapat bertemu dengan tuan tersebut, Chiyo memiliki tekad akan menjadi geisha yang terhormat dan berharap dapat bertemu dengan kakaknya kembali.

Mameha melatihnya untuk menjadi seorang geisha yang bisa menari, bermain musik, berjalan dengan anggun, merias diri serta berpenampilan menarik. Saat itulah Chiyo mulai mengganti namanya dengan Sayuri dan menjadi geisha yang terkenal di Okiya. Tanda yang diberikan untuk geisha yang masih perawan adalah dengan memberikan kue beras kepada pengusaha dan orang-orang kaya, yang nantinya akan menawar geisha dengan harga tinggi.

Kisah cinta Sayuri tidak berjalan baik, tekad masa kecil yang ingin melihat Tn.Ketua dan berharap bisa bersama harus memendam rasa cintanya. Seorang geisha tidak boleh menaruh hati kepada lelaki manapun, sehingga untuk menghilangkan rasa kerinduannya Sayuri hanya dapat melihatnya saat mendatangi acara-acara yang dihadiri oleh Tn.Ketua.

Dalam film ini Sayuri mengajarkan kita untuk menjadi perempuan yang kuat, perjalanan hidup yang dialami dari kecil membuat dirinya harus dapat bertahan bahkan saat seorang teman mengkhianatinya. Ia juga mengajari saat kehilangan orang yang disayangi harus tetap tegar dan harus menjalani hidupnya karena dia percaya kebahagiaan akan datang pada saatnya.

Film yang di sutradarai Rob Marshall ini memberitahu kita bahwa geisha tidak selalu identik dengan seks. Geisha berbeda dengan seorang pelacur, dalam film ini seorang yang menjadi geisha haruslah bersekolah dan belajar tentang segala sesuatu yang harus dilakukan olehnya. Tidak melulu berbicara tentang kimono dan wajah yang putih, geisha juga memiliki rasa mencintai dan memiliki rasa sosial yang tinggi.

Leave a comment