Hits: 4

Grace Kolin

Judul: Ayah

Penulis: Andrea Hirata

Penerbit: Bentang Pustaka

Terbit: Mei 2015

Tebal: 412 halaman + xx

Andrea Hirata kembali menyapa para pembaca di blantika sastra Indonesia lewat novel terbarunya, Ayah. Novel ketujuh ini mengangkat sosok yang sudah sangat familiar dalam dunia keluarga, ayah si tulang punggung. Dalam novel setebal 396 halaman ini, Andrea melukiskan figur ayah dengan sangat hidup melalui si tokoh utama bernama Sabari bin Insyafi. Pemuda asal Belitong yang pantang menyerah sekaligus tipikal ayah yang penuh kasih sayang.

Saban malam dia rindu kepada perempuan yang merampas kertas jawabannya itu. Mata anak itu lekat dalam kepalanya. Di dinding kamarnya dia menulis; Purnama kedua belas, siapakah dirimu??Hal. 31

Ya, Sabari jatuh cinta. Dan cinta adalah alasannya untuk tetap hidup. Kurang lebih, selama sebelas tahun, ia berjuang keras untuk meraih perhatian Marlena, cinta pertamanya pada waktu SMP. Tak pernah sekalipun ia membayangkan bahwa cintanya akan bertepuk sebelah tangan. Walaupun kedua sahabat dekatnya, Ukun dan Tamat sering mengolok-olok kisah asmaranya, baginya Marlena adalah segalanya. Berkali-kali, cinta Sabari pada Marlena diuji. Hingga pada akhirnya, ia berhasil menikahi wanita idamannya. Sayangnya, Marlena adalah tipe wanita yang pemberontak dan keras kepala. Tak pernah sekalipun ia mencintai Sabari. Rumah tangga mereka hanya sebatas ijab kabul, tanpa ikatan yang pasti. Hingga pada suatu hari…

Napasnya tertahan melihat dan kening berair-air, hidung mungil dan mulut lembut bak kelopak mawar. Bayi iyu bak sebongkah cahaya. Sabari gemetar karena melihat bayi itu dia menemukan seseorang yang selama ini bersembunyi di dalam dirinya. Orang itu adalah ayah.?Hal. 181

Zorro, ialah nama malaikat kecil yang meniupkan napas baru untuk Sabari. Sejak Marlena jarang pulang ke rumah, seluruh perhatiannya tercurah pada Zorro. Sebelum anaknya tidur, ia senantiasa menyandungkan puisi merayu awan, juga dongeng-dongeng tentang makanan. Namun sayang sekali, kebahagiaan yang dinikmatinya tidak berlangsung lama. Desas-desus perceraian berhembus semakin kencang. Hingga pada akhirnya, bahtera rumah tangga Sabari harus kandas. Sabari amat terpukul dengan peristiwa itu. Belum lagi, Zorro diambil darinya secara paksa. Bagaikan layang-layang putus, ia benar-benar kehilangan harapan.

Sepanjang membaca novel ini, kita diharuskan menyusun keping-keping kisah menjadi satu cerita yang utuh. Dan pada akhirnya, kita akan terpukau pada akhir kisah yang mengharukan. Bisa dibilang, lewat novel Ayah, kepiawaian Andrea selaku penulis novel best seller Tetralogi Laskar Pelangi dan Dwilogi Padang Bulan  dalam meracik novel yang sarat dengan perjuangan hidup ini, memang tidak diragukan lagi. Ayah adalah satu dari mahakarya Andrea yang menyentuh hati. Dengan gaya penulisan yang kental dengan narasi, humor, dan motivasi, kita diajak untuk mensyukuri keberadaan sosok ayah. Sosok yang tidak hanya dikenal sebagai pencari nafkah, tetapi juga langit bagi anak-anaknya.

Novel Ayah cocok menjadi novel pelepas rindu bagi para pembaca yang jauh dari kampung halaman. Juga, novel yang membuat kita semakin cinta pada ayah.

Leave a comment