Reza Andika Putra

Pijar, Medan. Cerita dari keseluruhan X-Men Origin mungkin sedikit membingungkan. Pasalnya franchise ini menceritakan asal-usul anggota yang tergabung didalam X-Men. Untuk film X-Men Origin, saat ini masih menampilkan cerita dari tokoh terpopuler di X-Men yaitu Wolverine. Logan merupakan film ketiga dari seri film X-Men Origin: Wolverine.  Film ini bersifat standalone yang terpisah dari timeline franchise X-Men, yang berarti dapat ditonton tanpa takut terkena spoiler dari film X-Men.

Film ini juga merupakan film superhero yang paling kontemplatif sejak Watchmen, Deadpool dan Kickass. Berbeda dengan film superhero Marvel pada umumnya, Logan menampilkan aksi yang sangat brutal dan di-rating khusus untuk penonton dewasa. Film ini mencampuradukkan aksi brutal dengan suasana haru yang membuat penonton tercengang dan bahkan di sepanjang film banyak terdengar kata vulgar yang dilontarkan Logan.

Logan mengambil latar belakang waktu pada tahun 2029, dimana sang protagonis yaitu Wolverine terlihat tua dan payah. Logan terlihat penyakitan dan tidak mempunyai gairah untuk menjalani hidup. Menghabiskan waktunya untuk mabuk-mabukan ketika pulang dari tempat kerjanya yang merupakan supir orang kaya. Sembari bekerja, ia masih merawat profesor X atau yang dikenal dengan Charles Xavier yang sudah renta. Kemampuan pulih Logan juga tidak sehebat dulu ketika dia masih muda.

Sampai akhirnya dia ditemui seorang wanita untuk meminta bantuannya. Pertama dia tidak menghiraukan apa yang dibilang wanita tersebut, namun pada akhirnya ia pun menyetujuinya dikarenakan imbalan yang sangat besar. Logan dititipkan seorang anak perempuan untuk dibawa ke tempat bernama “Eden” di Kanada. Diketahui anak perempuan tersebut bernama Laura, yang merupakan mutan dengan kemampuan yang sama dengan Wolverine, yaitu mengeluarkan cakar adamantium dan regenerasi yang cepat. Laura merupakan salah satu anak yang menjadi subjek proyek Transigen yang dilakukan oleh perusahaan Essex untuk menghadirkan mutan baru sebagai senjata mematikan.

Logan tidak hanya sekedar membawa Laura dengan santai ke Kanada, namun sebenarnya anak tersebut diburu oleh tim yang di sewa oleh perusahaan Essex yang membuat proyek Transigen tersebut. Laura dianggap sebagai “produk gagal” proyek Transigen dan harus segera dimusnahkan.

Aksi Wolverine dalam film ini jauh lebih beringas dan brutal dibanding semua film kemunculannya. Cakar dengan material adamantium ditampilkan lebih banyak dalam mengoyak badan lawan yang berhadapan dengannya. Aspek sadis ditambahkan didalam film ini untuk mengikuti komik Wolverine yang sebenarnya penuh dengan adegan brutal. Adegan sadis superhero Marvel pertama kali dimunculkan oleh Deadpool dan diikuti oleh film ini. Brutalnya aksi di dalam film ini mendapat banyak pujian dari penonton, namun juga terdapat kontroversi di dalam film ini. Pasalnya pemeran Laura Kinney (X23) masih sangat muda yaitu berusia 11 tahun yang harus memakinkan aksi yang terbilang sadis dan pantas dimainkan oleh orang dewasa atau minimal remaja.

Hugh Jackman telah berperan sebagai Wolverine selama 17 tahun sejak film X-Men di tahun 2000. Biasanya karakteristik emosinya ditampilkan sangat basic, tidak pernah mengucapkan sesuatu yang mendalam dan selalu mengutamakan temperamen. Jackman memberikan dimensi yang baru bagi karakternya. Dalam film ini, Wolverine bersikap layaknya manusia yang punya kepribadian. Ada alasan kenapa ia menolak keluarga atau hubungan yang dalam dengan orang lain. Kesamaan cakar adamantium membuat dia dengan Laura menjadi dekat. Laura seperti anak yang tidak pernah dia dapatkan.

Sutradara James Mangold mencoba untuk membuat film ini serealistis mungkin. Dia memfokuskan pada koreografi daripada editing cepat. Adegan pertarungan jelas, adanya adegan kejar-kejaran mobil yang intens ditengah film, yang disajikan dengan realitis.

Film Logan ditampilkan dalam durasi 2 jam 17 menit. Bukan hanya kesan brutal dan kesan dark yang disajikan, tapi plot cerita yang ditampilkan dengan sangat dramatis berhasil menyentuh simpati penonton terhadap Logan. Penonton akan merasakan petualangan panjang yang putus asa tanpa akhir yang dijalani oleh Wolverine dan Laura seiring perjuangan mereka menuju tempat yang belum tentu benar adanya.

Berbeda dengan film-film superhero yang ada saat ini, baik dari DC maupun Marvel, meskipun Logan tidak memfokuskan pada efek visualisasi tetapi adegan aksinya tetap tidak kalah dengan ceritanya. Film ini lebih mengutamakan cerita yang mengharukan dimana seorang Wolverine mengakhiri petualangan panjangnya untuk menyelamatkan seorang anak yang dia anggap anaknya sendiri. Meskipun berdurasi panjang, film ini tidak membosankan dan dapat dengan mudah dinikmati oleh kalangan remaja dan dewasa.

 

Leave a comment