Hits: 15

Chikita Putri Liani

Pijar, Medan. Banyak sekali Drama Korea yang tayangkan di televisi Indonesia, namun untuk film rasanya masih sedikit yang tayang di Indonesia. Salah satu Film Korea yang mencuri perhatian penonton ialah Train to Busan. Film yang berasal dari negara gingseng ini disutradarai oleh Yeon Sang-Ho sekaligus juga sebagai penulis naskahnya, dan dibantu oleh Park Joo-Suk. Film ini resmi dirilis premiere pada 20 Juli 2016, dan menembus Box Office Korea, dalam 2 minggu sejak launching film ini meraih hampir 10 juta penonton. Di Indonesia sendiri, film ini pertama kali tayang pada 31 Agustus 2016.

Selain aktor tampan Gong Yoo, film ini juga dibintangi oleh aktor Ma Dong-Seok dan juga artis cantik Jung Yu-Mi . Merebaknya virus yang mengancam keberlangsungan hidup manusia memang bukan hal baru dalam dunia perfilman. Kisah antara ayah dan anak yang menjadi fokus utama dalam film ini juga sudah berulang kali diangkat dalam film-film lainnya. Namun, cerita-cerita klise tersebut terasa segar di tangan sutradara Yeon Sang-Ho.

Train to Busan yang dibintangi oleh salah satu aktor terkenal Korea ini, dengan Gong Yoo yang berperan sebagai seorang ayah yang berniat mengantarkan putrinya menemui mantan istrinya dengan menaiki kereta listrik dari Seoul menuju Busan. Tiba-tiba wabah virus mengubah semua warga Korea menjadi zombie merebak ketika mereka berada dalam kereta. Film ini mengisahkan perjuangan mereka untuk mencari tempat perlindungan terakhir dari virus tersebut. Para penumpang bersatu dan berusaha keras untuk dapat bertahan hidup karena mereka selalu saja mendapatkan serangan brutal dari para zombie. Mereka terus berlari dan melawan para zombie.

Yeon Sang-Ho tak ingin menciptakan suatu kesan yang rumit dengan kemunculan wabah zombie. Dia sengaja membiarkan cerita dan perhatian penonton tertuju pada perjuangan Gong Yoo dan putrinya, sehingga unsur drama di film ini pun begitu terasa kuat. Terasa menyentuh melihat perjuangan Gong Yoo sebagai seorang ayah menjaga keselamatan putrinya dari kejaran para zombie. Dari sisi pengambilan gambar dan editing, film ini enak untuk dilihat dan diikuti alur ceritanya, ditambah lagi pengunaan efek dan suara membantu unsur thriller dan horornya.

Film bergenre action, suspense- thriller ini pertama kali diputar pada Festival Film Cannes 2016 yang lalu. Train to Busan juga meraih penghargaan di The 20th Fantasia International Film Festival. Film berdurasi 118 menit ini memperoleh dua penghargaan, yaitu The Audience Award for Best Asian Fitur serta The Cheval Noir Award for Best Fitur dari beberapa juri, dalam acara bergengsi yang diselenggarakan di Montreal itu.

Leave a comment