Hits: 8
Annisa Rahmi
Pijar, Medan. Sabtu (19/11) Closing Ceremony yang merupakan puncak acara dari Porseni Agriculture forgeter diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU). Acara yang bertemakan “Satu impian dibalik berjuta perbedaan” ini bertempatkan di Fakultas Pertanian USU. Acara Porseni Pertanian ini telah berlangsung sejak 17 Oktober 2016 dengan berbagai perlombaan Seperti olahraga futsal dan lainya. Panitia yang bergabung dalam acara ini adalah mahasiswa Pertanian khususnya angkatan 2014.
Acara ini diadakan rutin setiap tahunnya dengan tema yang berbeda di setiap tahun. Kegiatan kali ini diadakan sekaligus untuk memperingati Dies Natalisnya Pertanian USU yang ke- 60. Acara yang berlangsung dari bulan Oktober ini akan ditutup dengan closing ceremony yang dilaksanakan pada bulan November ini. Dengan rangkaian acara di Closing Ceremony yang terdiri dari ice bucket challenge dan marathon run yang dimulai sejak pukul 07.30-10.00 WIB. Setelah itu pengumuman pemenang dan pemberian hadiah yang dilanjutkan dengan penampilan band lokal Hellobensi dan The Cobra sebagai penambah kemeriahan acara hingga malam hari.

Para peserta yang mengikuti acara tersebut bukan hanya dari Fakultas Pertanian, banyak yang mendaftar dari Fakultas lain bahkan ada juga anak SMA yang mengikuti acara ini. Keantusiasan dalam closing ceremony ini terlihat dari ramainya peserta saat marathon run dan tertib ketika pengumuman pemenang. Adapun tujuan diadakannya acara Porseni Pertanian ini adalah untuk meningkatkan kekompakan atau solidaritas dalam Fakultas Pertanian yang terdiri dari berbagai jurusan.
“Porseni Pertanian Agriculture Forgeter ini memliki arti tersendiri yaitu Pertanian berkumpul, karena di moment acara seperti ini membuat mahasiswa Pertanian lebih dekat dan menghilangkan stres karena lelah menjurnal,” ungkap Natania Ira sebagai koordinator acara Porseni tersebut.
Adapun Jonathan Simamora selaku ketua panitia acara Porseni Pertanian mengungkapkan harapannya “Semoga acara ini berjalan dengan sukses, lebih ramai dan lebih kompak lagi untuk kedepannya. Baik satu stambuk maupun stambuk lain agar saling menghargai karena acara seperti ini jangan sampai hanya berhenti sampai disini harus ada setiap tahun diadakan agar tetap terjaga kekompakannya dalam Fakultas Pertanian ini,” ujarnya.

