Hits: 26

Annisa Al Mahgfira

Jika rasaku punya alamat,

namamu sudah tertulis di pintunya.

Jika rinduku punya tempat,

di hatimu ia menunggu pintu terbuka.

 

Aku berjalan pada jalan yang kau beri nama,

menyusuri sunyi yang kau tanam di udara.

Bolehkah aku memintamu pada Tuhanku?

Bisa gila aku jika milikku bukan kamu.

 

Aku pernah berjanji pada sunyi,

bahwa mencintaimu tak perlu terbaca.

Pernah menunggu pagi tanpa tidur,

hanya agar bisa melihat cahaya yang sama.

 

Pecahkan saja aku jika perlu,

biar serpihku menyala untukmu.

Karena bahkan dalam hancurku,

namamu tetap tumbuh di tengah debuku.

 

Aku ingin tinggal di antara detikmu,

di sela napasmu yang memanggil aku.

Tak perlu dekat, tak perlu bersua,

asal hatiku tahu kau baik-baik saja.

 

Dan bila nanti aku menjelma waktu,

biarlah semesta berputar di sekitarmu.

Cintaku telah lahir untuk abadi,

dalam setiap detik yang menyebut namamu pelan sekali.

 

Mohon jangan asing dahulu,

masih banyak cerita yang ingin kutulis bersamamu.

Biarkan dunia berputar sesukanya,

asal aku masih sempat memanggilmu “kita”.

 

 

Leave a comment