Hits: 18
Ade Purna Puspita/ Lucky Ardiansyah
Pijar, Medan. Kamis (11/12) suasana gedung Teater ‘O’ yang terletak di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU terlihat berbeda. Acara bertajuk Ranking 1 yang diadakan oleh GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) FIB adalah alasannya. Wilson Mangaratua Nainggolan selaku koordinator pelaksana, mengungkapkan bahwa acara ini diadakan dalam rangka bakti sosial terhadap masyarakat di Samosir, juga memperingati wafatnya Soe Hoek Gie, aktivis GMNI angkatan 66. “Event ini diadakan pertama kali di FIB, mungkin pertama kali juga di USU,” ungkapnya lagi.
Acara Ranking 1 yang berlangsung sederhana ini mengusung tema “Uji Kecerdasanmu Disini” yang bertujuan untuk menambah wawasan, kepercayaan diri, juga menambah relasi. Dengan bermodalkan Rp. 20.000,- peserta bisa menambah wawasan pengetahuan umum juga beramal kepada sesama. Acara terbuka untuk umum dan diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai kalangan dari siswa hingga karyawan dengan mayoritas mahasiswa USU. Selain itu, pemenang acara mendapatkan hadiah berupa trophy, sertifikat serta uang tunai.
Acara yang seharusnya dimulai pukul dua siang berjalan sedikit molor menjadi setengah tiga sore. Dibuka dengan kata sambutan oleh komisaris GMNI FIB, Daniel Jonathan Tito Sigalingging. Lalu dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh panitia dan peserta. Peserta diarahkan untuk duduk lesehan sambil diberikan beberapa kertas juga alat tulis yang dibawa pribadi. Acara semakin panas saat peserta yang tersisa semakin sedikit, ditambah pertanyaan yang dilontarkan juga semakin bervariasi. Lalu ditutup oleh aplaus yang meriah saat pemenang diumumkan, dan acara berakhir pukul setengah empat sore.
Marko Limbong selaku pemenang dari acara ini mengungkapkan dengan antusias, “Awalnya diajak teman biasa saja, namun saya ingat pernah menonton acaranya di TV dan saya jadi semangat. Eh, malah menang.” Ia menambahkan bahwa acara ini sebaiknya dilakukan secara berkala, dan mencakup lingkup USU dahulu sehingga mahasiswa bisa mengenal teman-temannya yang berasal dari fakultas lain.
“Dari segi acara dan pembawa acaranya sendiri memang bagus dan membuat acara terasa hidup. Namun alangkah baiknya jika acara dilakukan di luar ruangan dan juga dengan peserta dan supporter yang lebih heboh dan bervariasi” ujar Gritania Emay Marpaung, salah seorang penonton.


