Hits: 105

Rizka Aulia Maghfira

Pijar, Medan. Menjelang petang, tampak sekumpulan mahasiswa berkumpul di halaman depan Biro Rektor USU. Mereka memainkan dua batang alumunium yang disambung dengan menggunakan rantai. Mereka adalah INC (Indonesia Nunchaku Community). INC adalah sebuah komunitas bagi pecinta Nunchaku. Bagi sobat PIJAR yang mengidolakan aktor laga Bruce Lee, mungkin tidak asing dengan alat satu ini. Yap, Nunchaku adalah alat bela diri yang berasal dari Jepang dan sering digunakan aktor legendaris tersebut dalam aksinya.

 “Karena saya dan teman saya, Toni sama-sama ada hobi di Nunchaku, ya saya browsing di internet. Ternyata banyak juga peminat Nunchaku. Akhirnya saya dan Toni mendirikan INC ini. Toni yang koordinasi sama pusat dan INC Medan resmi terbentuk pada bulan September tahun 2011,” ujar Al (Ketua INC) saat ditanya latar belakang mendirikan INC. Al dan Toni mendirikan INC dengan tujuan mengumpulkan orang-orang yang hobi dengan Nunchaku.

“Sejauh ini anggota yang mendaftar dan gabung itu sudah ada 20-30 orang. Tetapi yang aktif latihan sih sekitar 10-15 orang,” ujar Alvin, salah seorang anggota, ketika ditanya mengenai keanggotaan INC Medan sekarang. Dalam memperbanyak anggota, kiat yang mereka lakukan adalah dengan mengadakan latihan di luar kota. “Misalnya anggota INC ada yang rumahnya di Berastagi. Kami latihan disana. Biasanya kalau masyarakat disana melihat dan tertarik, mereka gabung dan buat cabang di Berastagi,” tambahnya.

Pada awalnya, Nunchaku terbuat dari kayu. Tetapi karena INC lebih mengutamakan kecepatan, INC menggunakan Nunchaku yang terbuat dari alumunium atau besi dengan alasan lebih ringan. | Foto : Rizka Aulia Maghfira

Dalam aplikasinya, INC lebih fokus pada gerakan freestyle, bukan pada gerakan fighting-nya. Gerakan mereka pun sudah lebih banyak dimodifikasi. INC sendiri telah sering diundang sebagai pengisi acara di beberapa event besar di Medan maupun di luar Medan.

Bagi sobat PIJAR yang ingin bergabung, bisa langsung datang pada hari Jumat dan Minggu, 4.30 sore di depan Biro Rektor USU. Sobat PIJAR bisa langsung ikut latihan serta tidak perlu mendaftar. “Hanya sedikit kesulitan yang ditemui untuk pemula, yaitu mempelajari teknik dari Nunchaku. Maka dari itu, bagi pemula rajin-rajin latihan saja. Kalau mau sharing tentang teknik bisa sharing ke anggota lain yang lebih senior. Kalau terjadi kecelakaan seperti kena kepala, jangan kapok. Teruskan aja sampai mahir,” ujar Al sambil tertawa.

Pada awalnya, Nunchaku terbuat dari kayu. Tetapi karena INC lebih mengutamakan kecepatan, INC menggunakan Nunchaku yang terbuat dari alumunium atau besi dengan alasan lebih ringan. Nunchaku juga sudah banyak mengalami modifikasi. Ada Fire Chak dan ada pula Nunchaku Led. Fire Chak adalah Nunchaku yang diujungnya terdapat api. Biasanya dimainkan di malam hari, sedangkan Nunchaku Led adalah Nunchaku yang ditempel lampu led di sekitar bagian batangnya. Keduanya digunakan pada malam hari.

Nunchaku bisa dibeli melalui online store, harganya berkisar antara seratus ribuan. Nunchaku juga dapat ditemui di toko olahraga. Hanya saja, Nunchaku yang dijual di toko olahraga, biasa digunakan untuk fighting, bukan untuk freestyle. Ukuran Nunchaku bervariasi, tergantung kebutuhan pemakainya. Biasanya panjang batang Nunchaku adalah 30 cm. Yang membedakan adalah panjang rantai saja. Untuk freestyle, rantainya lebih pendek dibandingkan rantai Nunchaku yang digunakan untuk fighting.

Al berharap di tahun 2014 ini, INC Medan dapat mengembangkan komunitas Nunchaku untuk anak-anak muda di Indonesia. Di Sumatera Utara sendiri, INC sudah memiliki tiga cabang, yaitu  Medan, Tanjung Balai, dan Padang Sidempuan. Kedepannya INC berencana untuk buat UKM Kampus. Sehingga banyak mahasiswa lain yang bisa ikut bergabung sebagai anggota INC.

Leave a comment