Nasionalisme Dalam PMB

Mahasiswa baru saat menjalani PMB di kampus FISIP USU

Pijar, Medan. Merah putih, laksana bendera kebangsaan republik mewarnai kampus FISIP USU hari ini. Tawa disertai peluh pun membanjiri wajah-wajah mahasiswa baru yang mengikuti Penyambutan Mahasiswa Baru Fisip Usu, Rabu (29/8). Sebanyak 810 orang mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah pun bercampur dalam kelompok-kelompok yang dibentuk panitia. Satu kelompok diisi oleh sekitar 20 orang dari bermacam jurusan yang terdapat di FISIP. Hal ini dilakukan untuk membangun konsolidasi antar mahasiswa baru.

Prayugo Utomo (20) selaku ketua panitia Penyambutan Mahasiswa Baru Fisip Usu mengutarakan ospek kali ini cukup berbeda dari tahun lalu. Nasionalisme menjadi salah satu tema yang diangkat dalam ospek kali ini. Nilai-nilai pergerakan, konsolidasi dan organisasi merupakan tema besar yang diangkat. “Kampus Fisip ini kan sebenarnya adalah gudangnya gerakan dan organisasi. Lewat tema ini, kami berusaha untuk mengarahkan mahasiswa-mahasiswa ini untuk lebih kritis dengan realitas sosial,” ungkap Yugo, saat ditemui Pijar. Mereka juga mengajak para mahasiswa baru ini untuk mampu berkonsolidasi dan berorganisasi saat menempuh dunia kuliah.

Penyambutan mahasiswa baru Fisip Usu dilaksanakan tiga hari dengan tema yang bermacam-macam. Yugo, yang merupakan mahasiswa Sosiologi stambuk 2010 ini menyatakan tema yang diangkat kali ini juga dilatarbelakangi dengan kurangnya rasa perkawanan antar mahasiswa Fisip yang selama ini ia cermati. “Kalau aku lihat solidaritas mahasiswa Fisip sekarang ini makin menurun, sikap apatis juga malah makin meningkat,” tandasnya. Sikap-sikap seperti inilah yang mendorong Yugo dan teman-teman panitia lainnya untuk membuat acara yang berbeda dan diharapkan dapat mendekatkan mahasiswa-mahasiswa baru yang ada.

Berbeda dengan tema ospek yang dibuat pada hari ini, besok atau hari terakhir ospek Yugo mengatakan acaranya akan diramaikan dengan makan bersama anak-anak dari panti asuhan. Makan bersama ini juga diiringi dengan pemberian alat tulis pada anak-anak panti tersebut. Hal ini diharapkan dapat menggali kepedulian dan solidaritas dari para mahasiswa baru di Fisip Usu. [dna]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *