Memasuki Bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari ratusan warga Kota Medan ramai bertandang ke sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Ziarah dan Berkah Ramadhan


Pijar, Medan. Memasuki Bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari ratusan warga Kota Medan ramai bertandang ke sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU). Serupa di sejumlah tempat lainnya di Indonesia, tradisi nyekar atau tabur bunga di makam ini memang kebiasaan orang Medan. Di TPU muslim di Jalan Jajak I Marendal dan TPU muslim di Jalan Pembangunan Krakatau misalnya ramai didatangi para peziarah.

Taufik (45), misalnya datang ke Kompleks Makam Mandailing Sei Mati di Jalan Brigjend Katamso. Taufik bersama tiga orang anaknya yang masih kecil berziarah ke makam istrinya. Pria berkulit putih tersebut ditinggalkan istrinya sejak tahun 2010 lalu. “Setiap tahun menjelang puasa  saya rutin mengunjungi makam istri yang meninggal sekitar dua tahun lalu. Saya selalu datang ke sini bersama anak-anak saya,” ujarnya. Melalui tradisi ini Taufik ingin menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada anak-anaknya, yaitu untuk berlatih menjalankan ibadah puasa serta menanamkan kasih sayang kepada ibu mereka. “Agar mereka selalu mengingat ibunya,” kata Taufik.

Sementara itu Bulan Suci Ramadhan  ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga tabur musiman tak jauh di TPU. Berdasarkan pantauan tim Pijar  (17/7) di berbagai TPU di Medan jumlah pedagang bunga tabur meningkat dari hari ke hari sejak seminggu menjelang Bulan Puasa. Seorang pedagang bunga, Sulastri (40) mengaku memanfaatkan momen menjelang bulan penuh berkah ini untuk menangguk laba sejak 13 Juli lalu di depan pintu masuk Perkuburan Mandailing Sei Mati. “Harga sebungkus bunga Rp3000-Rp5000,” kata Sulastri yang bernioaga sejak pagi hari hingga petang menjelang.

Sulastri yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit pakaian mengaku bahwa H-2 menjelang masuknya Bulan Puasa pengunjung peziarah meningkat 3 kali lipat dibandingkan hari biasa. Dengan berjualan kembang dirinya dapat meraup untung sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 perhari. Dia menambahkan meskipun jumlah peziarah menurun dibandingkan dengan tahun lalu namun begitu ia tetap mensyukuri keadaan seperti ini karena membantu meningkatkan pendapatannya.

Tidak hanya pedagang bunga tabur musiman yang mendapatkan guyuran berkah jelang puasa ini. Juru parkir dadakan di dekat TPU juga tak kalah senang. Mereka membantu memarkirkan kendaraan para peziarah yang datang. Namun minimnya lahan parkir di sejumlah TPU menyulitkan juru parkir untuk menempatkan kendaraan peziarah, sehingga kendaraan-kendaraan tersebut terpaksa diparkirkan di badan jalan sekitar TPU. Ramainya peziarah dan sempitnya lahan parkir tersebut mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di kota Medan. [nad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *