Hits: 17

Reny Elyna

Pijar, Medan. Beberapa tahun terakhir, bazar semakin sering digelar di lingkungan kampus sebagai wadah kreativitas mahasiswa dan peluang untuk belajar wirausaha. Pada umumnya, bazar digelar di area parkiran tiap fakultas di Universitas Sumatera Utara (USU), salah satunya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Tetapi, hal ini memunculkan beragam tanggapan.

Bagi sebagian pihak, kegiatan ini dianggap mengganggu perkuliahan karena kebisingan yang ditimbulkan. Di sisi lain, ada pula yang melihatnya sebagai peluang pembelajaran bagi mahasiswa.

Menurut salah satu staf Bagian perlengkapan di FISIP yang tidak ingin disebutkan namanya, lokasi acara sengaja dipilih di area lapangan parkiran untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas belajar.

“Area parkiran dipilih menjadi tempat bazar karena cukup luas untuk menampung kegiatan dan pengunjung tanpa terlalu mengganggu proses pembelajaran di dalam fakultas,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa panitia juga sudah dihimbau untuk mengatur sistem suara agar tidak terlalu berisik.

Sementara itu, Azhar, seorang karyawan dari PT. Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Medan yang turut serta menjadi salah satu tenant di bazar tersebut, menyatakan antusiasmenya mengikuti acara ini.

 “Saya senang bisa terlibat dalam bazar ini. Selain untuk memasarkan produk, ini juga mendukung pembelajaran mahasiswa. Saya melihat ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar wirausaha langsung dari lapangan,” tuturnya.

Azhar juga menilai kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa terkait dunia bisnis. Melalui bazar ini, mereka tidak hanya belajar teori, melainkan juga praktik langsung tentang cara mempromosikan dan menjual produk.

Namun, sejumlah mahasiswa tetap merasa keberatan dengan waktu pelaksanaan bazar yang bertepatan dengan hari kuliah, seperti Mutiara dari Program Studi Antropologi yang berharap agar waktu pelaksanaanya dapat ditinjau kembali.

“Kebisingannya tetap mengganggu, apalagi saat lomba atau musik berlangsung. Mungkin lebih baik kalau diadakan di akhir pekan,” ujarnya.

Kegiatan bazar yang melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan tenant profesional, menunjukkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Adanya bazar ini memberikan kesempatan belajar berwirausaha, tetapi juga perlu evaluasi lebih lanjut untuk mengurangi dampaknya terhadap aktivitas akademik.

(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

Leave a comment