Indonesia memiliki keberagaman kebudayaan, salah satunya di bidang seni musik, angklung. Namun, tidak semua orang khususnya generasi muda mengenal angklung. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang angklung, Museum Sumpah Pemuda mengadakan bincang daring dengan mengangkat tema “Mengenal Angklung Sebagai Warisan Kebudayaan Indonesia” langsung melalui kanal YouTube Muspada pada Senin (15/06) pagi.
Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga. Begitulah penggalan lirik dalam film Laskar Pelangi. Ya, tari akan identik dengan sesuatu yang bernarasikan ekspresif terhadap diri seseorang.
Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah tanah air. Puisi pendek itu adalah Sumpah Pemuda. Ia memberi dampak yang panjang dan luas bagi imajinasi dan kesadaran rakyat nusantara. Sejak itu pula, sastrawan dari berbagai daerah menulis dalam Bahasa Indonesia, mengantarkan bangsa Indonesia meraih kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.
“Buku adalah jendela dunia,” kalimat ini sepertinya sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Lewat buku, kita dapat menjelajah dunia tanpa harus berpindah tempat. Lewat buku, kita dapat menemukan berbagai wawasan yang dapat membuka pikiran kita dalam melihat dunia. Namun, nampaknya belum banyak orang yang tahu bahwa ternyata terdapat peringatan Hari Buku Sedunia.
Tanggal yang bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan bumi selatan yakni 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Internasional.
Hari Bumi merupakan sebuah momentum yang dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap bumi. Mengingat semakin hilangnya kesadaran terhadap bumi, maka hadirlah Hari Bumi yang bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia untuk tetap peduli dan melindungi lingkungan.
08 September 2019 adalah peringatan Hari Literasi Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO di tahun 1965 lalu. Peringatan literasi ini berlatar belakang melalui Hari Aksara di mana manusia mulai mengenal dan melek huruf. Namun saat ini dirasa sudah berkurang manusia yang tidak tahu akan huruf, sehingga lebih tepatnya kepada bagaimana tingkat minat membaca manusia pada saat sekarang ini.
