Pernahkah terpikirkan olehmu bahwa selama ini mungkin saja kamu telah salah memahami sesuatu dan baru menyadarinya setelah bertahun-tahun berlalu? Dalam novel Hello, Tere Liye menghadirkan kisah sederhana tetapi menyentuh hati pembaca melalui cerita tentang dua orang yang terikat masa lalu, serta penyesalan yang lama tersimpan
Gadis yang akrab disapa Amel itu tak pernah senang terlahir sebagai anak bungsu. Namun, kisah Amel sebagai anak bungsu justru menjadikannya sosok yang dijuluki ‘Si Anak Kuat’.
Di balik segala ketakutan menjadi anak paling tua, terdapat tekad dan keberanian yang dimiliki anak sulung untuk mewujudkan keinginan dirinya sendiri. Seperti cerita dalam buku Eliana karya Tere Liye.
Sejatinya, pulang tidak dapat dimaknai secara tunggal. Seperti yang tertuang dalam novel karya Tere Liye ini.
Siapa di dunia ini tidak memiliki penyesalan? Jika kamu salah satunya, maka berbahagialah karena penyesalan senantiasa membawa ketidakbahagiaan bagi yang memiliki. Agar terbebas dari penyesalan maafkanlah dirimu, berdamailah dengan dirimu, kebahagiaan pun menanti di akhir.
Penulis Novel Tere Liye mulai terkenal sejak karya-karyanya di dunia literasi Indonesia selalu menduduki posisi best-seller. Dua dari karyanya bahkan sudah diangkat ke layar kaca yaitu “Hafalan Shalat Delisa” dan “Moga Bunda Disayang Allah”
Kisah dalam buku ini adalah tentang pertanyaan pertanyaan tersebut. Ada lima pertanyaan yang dibawa oleh lima orang penumpang dengan latar belakng masing masing yang berbeda dalam kapal Blitar Holland tersebut
