Ini kisah tentang perjalanan kasih yang tak berujung. Diperankan oleh Aku.
Seiring dengan perkembangan sastra di indonesia. Pantun sendiri seperti diasingkan di antara puisi, cerpen, dan novel. Padahal pantun sendiri memiliki daya tarik dibandingkan dengan puisi dan cerpen.
Pijar, Medan. Keruntang-pungkang hasrat Sanubari dikejar-kejar Belati. Berkejaran, dilempari api abadi. Dibayang-bayangi. Dibunuh sepi sampai mati. Kejang-kejang, mati. Keji sekali bak malaikat api berlagak suci. Aku Sanubari, bukan Berlian seribu karat murni.
Hits: 135Khairullah bin Mustafa Usman Malam ini aku benar-benar galau Padahal aku paling anti dengan galau Tapi bila perempuan…
Mengapa kau tinggalkan aku?
Disaat ku disini dan pura-pura membaca buku
Tak tahukah kau? Bahwa aku sebenarnya ingin melihatmu
Namun serasa leher ini begitu keras untuk digerakkan
Hits: 10Anggun Saraswati Hantu itu melewatiku Dengan matanya yang paling menyedihkan Kulit pucat seperti langit kelabu Semangatnya pun hancur Badannya…
Hits: 10Kamu… Bagiku laksana bulan purnama Menerangi bumi saat kegelapan menyelimuti Bersamamu… Aku seakan melihat dunia yang dipenuhi bunga-bunga…
Diantara sampah yang berbau
Tak peduli Kuman yang bercinta
Ibu tersenyum mengumpulkan
Hits: 13Rabbi janganlah kau ambil nyawa ayahku Karena ku belum mampu membahagiakannya Aku mohon padamu dengarlah pintaku Maafkanlah selama ini…
Adakah almamater disana?
Yang menerima seorang remaja
Beranjak dewasa, ingin segera mandiri
