Ada hari ketika aku ingin mengecil,
menjadi sesuatu yang tak terlihat siapa pun.
Bersembunyi di balik detak malam,
agar rasa yang kusimpan tidak terus menegurku,
setiap kali langkahmu lewat terlalu dekat.
Ada hari ketika aku ingin mengecil,
menjadi sesuatu yang tak terlihat siapa pun.
Bersembunyi di balik detak malam,
agar rasa yang kusimpan tidak terus menegurku,
setiap kali langkahmu lewat terlalu dekat.
Untuk wanita yang di dalam namanya tersimpan surga
Mungkinkah kita bisa menulis sebuah cerita?
Cerita yang tak lekang dihapus waktu,
Yang tumbuh perlahan, di antara rindu dan restu.
Jika rasaku punya alamat,
namamu sudah tertulis di pintunya.
Jika rinduku punya tempat,
di hatimu ia menunggu pintu terbuka.
Kepalaku dipenuhi olehnya
Pikiranku pun tak berhenti melupa
Cemerlang luas merambah ke segala arah
Salurkan terang, yang membuat nyaman
Langkahnya membawa aroma senja yang diam-diam menenangkan
Tak salah lagi,
itulah pesona yang tak menyebut nama,
tetapi setiap jiwa mengenalnya
Aku berjalan di lorong waktu yang sunyi
Orang-orang berlabuh pada bayang yang setia,
Langkahku terhuyung pelan
Seakan menanggung beban yang bukan milikku
Hari pertama di Bulan November Bagi orang lain mungkin hanyalah hari biasa yang bertanggalkan angka satu di kalender Dan tak memiliki arti apapun Namun tidak bagi dia