Chikita Putri Liani

 

Hari pertama di Bulan November

Bagi orang lain mungkin hanyalah hari biasa yang bertanggalkan angka satu di kalender

Dan tak memiliki arti apapun

Namun tidak bagi dia

 

Hari pertama di Bulan November

Sudah dua puluh kali dalam hidupnya dia melewati hari itu

Rasa syukur tak henti dia ucapkan sebagai rasa terima kasih kepada Sang Maha Kuasa

Karena …

Di hari pertama di Bulan November

Dia masih diberi kesempatan menghirup aroma embun di pagi hari

Dia masih bisa merasakan hangatnya bermandikan cahaya mentari

Mungkin hanya langit birulah yang menjadi saksi betapa bahagianya dia saat itu

Meskipun dia tahu, di balik semua kebahagiannya itu

Sesuatu yang sangat berharga telah hilang

Sesuatu yang takkan pernah bisa kembali lagi

Sesuatu yang abstrak namun nyata

Sesuatu yang sering disebut dengan usia.

 

Hari pertama di Bulan November

Saat yang tepat baginya untuk merenung dan introspeksi diri.

Sudah berapa jumlah dosa dan pahala yang dia kumpulkan

Sudah berapa banyak kebaikan dan keburukan yang dia lakukan

 

Hari pertama di Bulan November

Apakah masih ada kesempatan untuk bertemu hari itu lagi?

Entahlah, tak ada yang tahu, termasuk dia

Leave a comment