Pernahkah kamu berniat untuk membuka Instagram atau Tiktok sebentar saja sebelum tidur, tetapi berakhir scrolling media sosial sampai larut malam? Akhir-akhir ini kebiasaan scrolling sebelum tidur sudah menjadi ritual modern bagi banyak orang. Tidak ada batasan spesifik dari segi usia, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja, sering melakukan scrolling media sosial sebelum tidur.
Setelah lelah satu harian bekerja ataupun melakukan aktivitas yang padat dan menumpuk, terkadang muncul pemikiran “Aku sibuk seharian, wajarlah kalau aku me time sebentar”, padahal tubuh sudah membutuhkan istirahat. Alih-alih tidur untuk istirahat, ada yang memilih menghabiskan waktunya di malam hari untuk relaksasi atau biasa disebut dengan Revenge Bedtime Procrastination (RBP).
Tanpa kita sadari, ponsel hadir menjadi satu-satunya benda yang hampir tak pernah lepas dari genggaman tangan dalam waktu yang lama. Bayangkan saja, mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur, ponsel selalu mendampingi. Bahkan, jika tidak menggenggamnya dalam beberapa waktu, maka rasa hampa pun menghampiri. Tidak hanya itu, banyak orang menjadikan ponsel sebagai benda pertama yang dicari ketika bangun tidur dan menjadi benda terakhir yang dipegang sebelum tidur
Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan uang untuk memenuhi segala kebutuhannya. Hal itu dikaitkan dengan permasalahan insomnia yang dialami oleh para remaja. Dari penggabungan dua hal ini, muncul satu pertanyaan, “Bagaimana jika waktu tidur yang dikorbankan dibayar dengan sejumah uang?”
Mandi pada malam hari dengan menggunakan air hangat ternyata dapat membantu meringankan gejala reumatik serta dapat meningkatkan kualitas tidur kita, terutama untuk orang-orang yang memiliki kesulitan tidur (insomnia).
