Hits: 29Nurul Sukma Asghar Sirna sudah Pelita petunjuk jalan Terperangkap merangkak Menyucikan bengkalai dalam jiwa Terhempas angin Terpeluk…
Hits: 80
Pandemi saat ini membuat diri kita beraktivitas dengan terbatas, namun semangat tidak boleh dibatasi oleh pandemi pula.
Ketika dua orang bersaudara berjanji untuk saling mengasihi dan melindungi
Hangatnya perapian malam
Membawaku akan hangatnya kebersamaan kita
Kesejukan aliran mata air kebahagiaan
Mengingatkanku pada sejuknya berbagi tawa
Terkadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Dari situlah kebahagiaan bermakna, salah satunya keluarga. Apa yang dialami Ria memang biasa terjadi kepada banyak orang. Hanya saja untuk meraih semuanya membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang panjang.
Minggu penghujung musim kemarau
Menyembul awan kumulonimbus yang berhembus
Seketika kelam
Ini hari terburukku. Kupikir bangun kesiangan karena alarm tidak berbunyi, hampir ditabrak mobil saat menyebrang dan diusir dari kelas karena telat semenit sudah cukup buruk untuk memulai hari. Ternyata itu hanya permulaan. Ya, permulaan untuk memulai kegilaan yang sebenarnya.
Aku tidak butuh validasi agar orang menganggapku cantik. Lagi pula, ini sudah abad 20, siapa yang peduli dengan standar kecantikan?
Jam terus berputar detik demi detik. Bahkan sekarang sudah 1 jam berlalu semenjak ayahnya dikebumikan. Tapi temanku Ebi, masih membisu di makam ayahnya sambil terpaku meratapi nisan yang bertuliskan nama almarhum, apa yang sebenarnya ia pikirkan?
