Midwest Emo adalah salah satu subgenre musik alternatif yang identik dengan lirik introspektif dan permainan gitar melodis dan kompleks. Subgenre ini lahir di kawasan Midwest, Amerika Serikat pada tahun 1990-an.
Satu kelas sudah tahu bahwa kami berlima—Aku, Lili, Nayla, Rani, dan Mira—sangat akrab. Kami selalu pergi ke mana pun bersama, mulai dari ke kantin, di kelas, hingga jalan-jalan sepulang sekolah. Banyak yang iri pada kami karena terlihat begitu kompak dan bahagia tetapi di balik keakraban dan tawa kami, ada sesuatu yang orang lain tidak tahu.
Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) di Indonesia setiap tahunnya. Tanggal ini menjadi momen bagi bangsa Indonesia untuk menghargai dedikasi para guru, dalam mencerdaskan kehidupan melalui pendidikan. Berdasarkan informasi dari kemendikdasmen.go.id, peringatan HGN 2025 mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.
Enam tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (PKM USU) lolos menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025. Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan terstruktur yang dilakukan oleh PKM Center USU, serta kegigihan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang patuh administrasi dan menonjol dalam kreativitas.
Museum Negeri Sumatera Utara memiliki ruang khusus yang merekam perjalanan panjang pers dan media di wilayah Sumatra Utara. Ruangan yang menampilkan jejak perkembangan jurnalistik di Sumatra Utara ini dikenal dengan nama “Ruang Pers”.
“Wah! kamu kurusan ya, jadi lebih enak dilihat.” Kalimat seperti ini terdengar seperti pujian, tetapi ada sesuatu yang terasa aneh. Ada lapisan halus yang membuat penerimanya bertanya dalam hati. Apakah ini benar-benar pujian, atau ada sesuatu yang sedang diselipkan. Ini adalah contoh klasik dari Backhanded Compliment. Sebuah komentar yang manis di awal, tetapi terasa getir di bagian akhirnya.
Kawasan Kota Medan di siang hari nyaris tidak memberi ruang jeda untuk masyarakat. Lalu lintas padat yang disertai ramainya suara klakson dan masyarakat bergegas berlalu-lalang, panas terik, hingga jalanan yang sesak ini menunjukkan betapa sibuknya Medan di siang hari, dan bagaimana alis tiap warganya selalu berkerut dengan dahi. Meski begitu, wajah kota kian berubah ketika malam telah tiba. Suasana yang sebelumnya padat, berubah menjadi kenyamanan yang jarang didapatkan.
Pernahkah kamu menonton sebuah film yang mampu mengangkat isu sosial tentang seorang ibu? Pangku adalah sebuah film yang disutradarai oleh Reza Rahardian, seorang aktor terkenal dengan kemampuan akting yang mampu menyentuh emosional penonton. Mengangkat isu sosial, Pangku dikemas dalam cerita ringan yang memperlihatkan bahwa kerasnya hidup dan krisis ekonomi, dapat menjadi faktor utama seseorang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.
Koalisi Cek Fakta bersama Information and Communication Technology (ICT) Watch resmi meluncurkan Galifakta, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu publik memverifikasi informasi dengan cepat dan mudah. Peluncuran dilakukan melalui laman Instagram resmi @aji.indonesia serta dapat diakses publik melalui tautan s.id/galifakta.
Kue Balok lahir dari sejarah panjang, melewati masa kolonial, masa-masa kuliner jalanan, hingga saat ini mampu bertahan di tengah gempuran perkembangan teknologi, termasuk cara orang-orang berburu kuliner, lalu mendadak naik daun lagi di berkat media sosial. Tidak semua makanan punya perjalanan sekompleks itu, namun kue persegi padat dari Jawa Barat ini terus berhasil mendapatkan perhatian generasi demi generasi, seolah menolak untuk ditinggalkan.
