Hits: 113

Alya Amanda

Pijar, Medan. Monolog Tolong, karya N. Riantiarno, menjadi salah satu sorotan dalam Evidentia Exhibition, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi stambuk 24 kelas B, Universitas Sumatera Utara (USU). Pertunjukan ini dibawakan oleh Kiki Nabila Tusu, dan berlangsung di Manhattan Urban Market pada Sabtu (6/12/2025).

Monolog ini menceritakan pengalaman seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mengalami penyiksaan dan pelecehan di tempat kerjanya. Pemonolog tampil dengan busana serba putih, yang diberi noda merah pada bagian depan, membangun kesan visual yang selaras dengan tema cerita. Panggung dibuat minim cahaya, dengan sorotan lampu redup yang hanya menyorot tubuh pemonolog, sehingga setiap gerak dan perubahan ekspresi wajah dapat terlihat jelas oleh penonton.

Menurut Fadhillah Safa Salsabila Desky, Koordinator Acara, monolog dipilih sebagai rangkaian acara, sekaligus menampilkan perspektif korban.

“Kami ingin para pengunjung merasakan atmosfernya aja dari monolog ini, juga jadi aware kalau misalnya pembunuhan itu nggak cuma terjadi secara fisik, tapi juga sering terjadi pembunuhan mental yang kadang kita lakukan tanpa sadar,” ujarnya. Judul Tolong dinilai relevan dengan tema pameran dan mendukung pengalaman emosional penonton.

Salah satu penonton, Aldina Pasya, memberikan tanggapan setelah menyaksikan monolog. Ia mengatakan bahwa penampilan tersebut meninggalkan kesan yang mendalam.

“Monolog yang ditampilkan barusan benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Cara penyampaian ceritanya kuat, jujur, dan penuh emosi, seolah setiap kata yang diucapkan membawa penonton masuk ke dalam dunia yang sama dengan tokohnya. Aktornya juga luar biasa, ekspresi, intonasi, dan gerak kecilnya, semuanya terasa hidup dan bermakna,” ungkapnya.

Pameran ini terbagi dalam beberapa section yang merepresentasikan berbagai bentuk kriminalitas, termasuk korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan, tempat kejadian perkara, barang bukti, tersangka, penguntit, dan narkoba. Selain monolog, pameran yang dikunjungi lebih dari 300 orang ini juga menampilkan beberapa band lokal, di antaranya Coke in Sahara, House of Rebecca, Butterfly Arms, Mancis, dan Afterclass.

Evidentia Exhibition Hadirkan Dimensi Emosional Lewat Monolog “Tolong” - www.mediapijar.com
Bagian pameran yang menampilkan berbagai bentuk kriminalitas melalui foto
(Fotografer: Alya Amanda)

 

Ketua Panitia, Muhammad Althaf Al Hady, menyampaikan bahwa perpaduan visual dan audio diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung, dan menciptakan suasana yang sesuai dengan tema pameran.

Althaf berharap pameran ini dapat menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa, sekaligus pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.

“Semoga acara ini menjadi momen yang diingat mereka,” harapnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment