Hits: 13
Nazira Aulia / Alfihza Putri Amelia
Pijar, Medan. Kawasan sekitar Universitas Sumatera Utara (USU) tidak pernah lepas dari berbagai pilihan jajanan. Di tengah banyaknya makanan yang ditawarkan kepada mahasiswa, Tahu Walik menjadi salah satu camilan yang menarik perhatian. Bentuknya sederhana, tetapi variasi rasa dan isiannya membuat makanan ini memiliki ciri khas tersendiri.
Tahu Walik berasal dari tahu yang bagian dalamnya dibalik ke luar sebelum diisi dan digoreng. Cara pengolahan tersebut menghasilkan tekstur yang berbeda dari tahu goreng biasa. Bagian luarnya terasa renyah, sedangkan bagian dalamnya dapat memiliki tekstur kenyal dan gurih.

(Sumber: palpos.disway.id)
Di sekitar USU, Tahu Walik menjadi salah satu camilan yang mudah ditemukan di tengah aktivitas mahasiswa. Meski sekilas terlihat serupa, setiap penjual memiliki racikan yang membuat cita rasa dan teksturnya sedikit berbeda. Perbedaan tersebut terlihat dari kuah kari, ukuran tahu, hingga tekstur isian baksonya.
Setelah merasakan langsung beberapa tahu walik di sekitar USU, terdapat tiga nama yang memiliki karakteristik cukup berbeda, yaitu Hasan & Husein, SS, serta Haniya & Jihan. Ketiganya memiliki kesamaan dalam penyajian, yakni Tahu Walik disajikan bersama kuah kari dan saus sebagai pelengkap. Namun, ketika dicicipi, terdapat sejumlah perbedaan yang dapat dirasakan meskipun tidak terlalu signifikan.
Tahu Walik Hasan & Husein memiliki kuah kari dengan warna yang lebih gelap dibandingkan dua lainnya. Rasa karinya juga terasa lebih dominan dengan tekstur kuah yang lebih kental. Dari segi ukuran, Tahu Waliknya hampir sama dengan milik SS. Sementara itu, bagian baksonya memiliki tekstur paling padat, dengan cita rasa daging yang masih terasa serta sedikit tekstur tulang lunak.
Berbeda dengan Hasan & Husein, Tahu Walik SS memiliki kuah kari yang lebih ringan, baik dari segi warna, rasa, maupun teksturnya. Rasa kari dari kuahnya tidak terlalu mendominasi keseluruhan rasa tahu walik. Ukuran tahunya hampir sama dengan Hasan & Husein, tetapi tekstur baksonya lebih halus dan lembut sehingga memberikan sensasi yang berbeda ketika dimakan.
Sementara itu, Haniya & Jihan menawarkan tahu walik dengan ukuran paling besar di antara ketiganya. Kuah karinya memiliki cita rasa yang cukup berbeda, tetapi tidak terlalu dominan. Tekstur kuahnya cenderung lebih cair dan hampir menyerupai kuah kari SS. Pada bagian isian, baksonya memiliki tekstur paling lembut dan sedikit lebih lembek dibandingkan dua Tahu Walik lainnya.
Perbedaan tersebut tercipta karena adanya perbedaan cara pengolahan Tahu Walik yang menjadi ciri khas masing-masing merek. Hasan & Husein lebih menonjolkan rasa kari dan tekstur bakso yang padat, SS menawarkan cita rasa yang lebih ringan dengan bakso yang lembut, sedangkan Haniya & Jihan memiliki ukuran tahu yang lebih besar dengan tekstur isian yang lebih lembut.
Selain rasa dan tekstur, ukuran juga menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan ketika membandingkan Tahu Walik dari ketiga penjual tersebut. Perbedaan ketiga nama ini memang tidak terlalu jauh. Hal sederhana seperti ini dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi mahasiswa ketika memilih camilan sesuai selera.
Sharon dan Ruth, pembeli Tahu Walik Haniya & Jihan, mengungkapkan perbedaan yang mereka rasakan.
“Perbedaan antarpenjual tahu walik yang berbeda merek lebih pada tekstur dan ukuran tahu waliknya itu sendiri, ada yang lebih terasa dagingnya, ada yang lebih terasa tepungnya,” ungkap keduanya.
Perbedaan yang sederhana tersebut menunjukkan bahwa pengalaman menikmati Tahu Walik dapat berbeda meskipun jenis makanan dan cara penyajiannya hampir sama.
Bagi mahasiswa, Tahu Walik juga menjadi pilihan camilan yang cukup praktis untuk menemani aktivitas di kampus. Harganya yang relatif terjangkau membuat makanan ini dapat dinikmati saat beristirahat, berkumpul bersama teman, atau sekadar mengganjal perut sebelum kembali mengikuti kegiatan perkuliahan.
Keberadaan berbagai penjual Tahu Walik di sekitar USU memperlihatkan bagaimana satu jenis camilan dapat memiliki karakter yang berbeda melalui racikan masing-masing. Perbedaan warna dan rasa kuah kari, ukuran tahu, serta tekstur bakso menjadi pembeda yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen.
Ada yang lebih menyukai kuah kari dengan cita rasa lebih kuat dan bakso yang padat seperti Hasan & Husein, rasa yang lebih ringan seperti SS, atau ukuran tahu yang lebih besar dan isian yang lembut seperti Haniya & Jihan. Perbedaan kecil inilah yang membuat Tahu Walik tetap menarik untuk dicoba satu per satu.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

