Hits: 4

Desy Setiawati

Pijar, Medan. Sekarang ini, rokok dan vape sudah menjadi pemandangan yang biasa di kalangan anak muda. Mulai dari tongkrongan kafe, taman kota, hingga lingkungan kampus, selalu ada saja yang merokok atau menggunakan vape. Bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut bahkan sudah dianggap sebagai bagian dari gaya hidup anak muda masa kini.

Vape semakin populer karena tampilannya yang modern serta memiliki banyak pilihan liquid dengan beragam rasa. Ditambah lagi, media sosial turut membuat vape terlihat menarik melalui berbagai konten yang menampilkan suasana tongkrongan dan gaya hidup anak muda. Akibatnya, tidak sedikit yang merasa penasaran lalu mencoba menggunakannya.

Di sisi lain, rokok konvensional masih tetap memiliki banyak peminat. Selain mudah ditemukan, rokok juga sudah lama menjadi bagian dari kebiasaan sebagian masyarakat. Di kalangan anak muda, rokok sering hadir dalam berbagai aktivitas, mulai dari mengobrol santai hingga berkumpul bersama teman-teman.

Tidak sedikit anak muda yang pertama kali mencoba rokok atau vape karena pengaruh lingkungan pertemanan. Ada yang diajak teman, ada pula yang sekadar ingin mencoba karena sering melihat orang di sekitarnya menggunakan produk tersebut. Dalam beberapa kelompok pertemanan, merokok atau menggunakan vape bahkan dianggap sebagai hal yang lumrah saat sedang berkumpul.

Media sosial juga memiliki peran dalam membentuk cara pandang anak muda terhadap rokok dan vape. Berbagai konten yang beredar di platform digital, sering menampilkan aktivitas tersebut dalam suasana santai dan menyenangkan. Tanpa disadari, hal ini membuat sebagian orang menganggap penggunaan rokok maupun vape sebagai sesuatu yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi sebagian anak muda, rokok dan vape tidak hanya digunakan untuk dikonsumsi, tetapi juga berkaitan dengan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerimaan dalam kelompok pertemanan menjadi salah satu alasan seseorang mulai mencoba rokok maupun vape. Keinginan untuk merasa diterima sering kali membuat seseorang mengikuti kebiasaan yang ada di lingkungannya.

Namun, di balik anggapan sebagai bagian dari gaya hidup, penggunaan rokok dan vape tetap memiliki berbagai dampak yang perlu diperhatikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi tembakau menjadi salah satu penyebab utama berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan kronis.

Sementara itu, vape yang sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok biasa juga bukan tanpa risiko. Cairan vape umumnya mengandung nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan. Selain itu, penggunaan vape dalam jangka panjang juga berpotensi memengaruhi kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan. Pengeluaran untuk membeli rokok, liquid vape, maupun perangkat pendukung lainnya, juga dapat menghabiskan biaya yang tidak sedikit, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang masih mengandalkan uang saku.

Kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa rokok dan vape tidak hanya berkaitan dengan tren gaya hidup, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kebiasaan yang berkembang di kalangan anak muda. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk lebih bijak dalam menyikapi tren yang ada dan mempertimbangkan dampak yang mungkin muncul di kemudian hari.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment