Yoga Tri Haditya

Pijar, Medan. Mendapatkan beasiswa merupakan impian bagi hampir seluruh mahasiwa di Indonesia. Kini, sudah banyak instansi serta organisasi yang membuka program beasiswa untuk para mahasiswa. Menjadi seorang penerima beasiswa pun bukanlah privilege yang bisa didapatkan oleh siapapun, nyatanya setiap program beasiswa yang ada memiliki syarat dan ketentuannya. Salah satu syarat umum yang ada di dalam program beasiswa adalah essay.

Membasa mengenai essay, Tim #KejarMimpi Tangerang Selatan telah mengadakan workshop serta webinar bagi mahasiswa yang masih bingung dalam pembuatan essay untuk mengikuti sebuah program beasiswa. #KejarMimpi ini sendiri merupakan gerakan sosial yang diinisiasi oleh CIMB Niaga, yang memiliki visi untuk membentuk generasi muda yang positif dalam menerapkan nilai hidup melalui pengembangan diri dan motivasi diri yang baik. Sehingga dapat memberikan nilai baru untuk memajukan Indonesia.

Sebelumnya mereka telah mengadakan webinar pengenalan mengenai Scholarship Aplication pada 11 April lalu. Dan kali ini pada 18 April 2021, Tim #KerjaMimpi mengadakan webinar dan workshop yang membahas mengenai “Scholarship Preparation: Essay Training and Workshop”. Webinar dan workshop ini menghadirkan Belinda Azzahra yang merupakan XL Future Leaders Awardee, Best Policy Makers in Young ASEAN Leaders Intiviatives sebagai pematerinya. Kemudian, webinar ini dimoderatori oleh Najwa Chika yang merupakan Staff Programme at #KejarMimpi Tanggerang Selatan.

Webinar dan Workshop ini dibuka oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Istiani Ulfa selaku Leader #KejarMimpi Tanggerang Selatan, dan disambung penyampain materi oleh Belinda Azzahra.

Pemaparan materi strategi dalam menulis essay oleh Belinda Azzahra selaku pemateri Webinar Scholarship Preparation : Training and Workshop pada Minggu 18 April 2021 melalui aplikasi Zoom. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

“Essay merupakan wujud dari kita. Di mana saat kita apply beasiswa itu yah orang yang menyeleksi beasiswa ngeliat kita, karaketer kita, sifat kita berdasarkan essai yang kita buat, maka dalam membuat essay juga ada seni nya,” pungkas Istiani.

Dalam membuat essay tentunya tidak sembarangan. Ada struktur serta strategi yang harus dipersiapkan untuk membuatnya, yaitu menentukan judul, menuliskan paragraf pembuka, isi, serta penutup. Penulisan essay ini juga berbeda dengan motivation letter serta paper. Umumnya, essay merupakan tulisan yang berisikan opini dan juga disertai dengan riset data. Sedangakan motivation letter adalah penulisan motivasi seseorang mengikut sesuatu, dan paper adalah sebuah tulisan yang lebih teoritis serta ilmiah.

Essay sendiri juga memiliki jenis yang berbeda-beda. Ada Academy Essay yang lebih ilmiah dan berdasarkan fakta dan data, Non-Academy Essay yang biasanya diterapkan dalam program beasiswa, dan ada Answering Essay (Short Essay) yang biasanya ada di pertanyaan dalam bentuk google form yang umumnya digunakan untuk magang.

Belinda Azzahra selaku pemateri dalam webinar dan workshop membagikan tips dan pengalamannya dalam membuat sebuah essay yang biasanya digunakan untuk lomba karya tulis serta untuk apply beasiswa di dalam maupun luar negeri.

“Untuk membuat essay kita harus menentukan pembukanya. Kenapa mau angkat tema atau judul tersebut, dan kalau kalian mau buat judul itu jangan yang terlalu luas. Aku nyaranin buat kalian semua itu lebih baik ambil yang lebih kecil atau spesifiknya. Aku kasih contoh, misalnya waktu aku mau apply student exchange ke Korea Selatan, jadi kalian jangan ambil tema itu tentang Hubungan Indonesia dengan Korea Selatan aja, tetapi cari yang lebih spesifik kayak aku kemarin ngangkat tema hubungan perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan, terus setelah itu kita buat latar belakangnya. Nah dilatar belakang juga jangan buat yang biasa gitu, kalian harus hooked di bagian latar belakang kayak aku kemarin pakai dialog seperti ‘eh uda beli kosmetik dari korea selatan belom?’ atau yang lainnya. Lalu kalau mau masuk ke isinya juga jangan langsung masuk dan untuk kesimpulannya kalau bisa kalian buat punchline yang bisa berisikan solusi jadi para penyeleksi yang membaca essay kita pun mikir oh solusinya bisa juga diterapakan,” jelas  Belinda.

Setelah pemaparan dan penjelasan oleh pemateri, acara dilanjutkan dengan tanya jawab bersama para peserta. Tidak hanya itu, terdapat juga sesi bedah essay bersama Belinda Azzahra untuk peserta yang terpilih. Dan acara ditutup dengan sesi foto bersama.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment