Hits: 40

Luan Nayoka Purba

Pijar, Medan. Penggunaan platform pembelajaran daring melalui laman kelas.usu.ac.id kembali menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU). Sebagian mahasiswa merasa bahwa platform tersebut hanya digunakan pada semester awal perkuliahan, terutama pada mata kuliah umum, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi utamanya dalam pembelajaran.

Hal tersebut turut dipertanyakan oleh salah satu mahasiswa USU berinisial R, terkait efektivitas platform Kelas USU tersebut.

“Kemarin waktu masih semester awal, Kelas USU masih sering digunakan, itu juga cuman untuk MKWK. Sampai sekarang hanya beberapa MKWU aja yang menggunakan Kelas USU,” ungkapnya.

Munzaimah Masril, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang masih aktif menggunakan platform Kelas USU, menjelaskan bahwa tujuan Kelas USU ini sama dengan platform pembelajaran daring lainnya, yakni sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar. Melalui platform tersebut, berbagai aktivitas pembelajaran dapat terdokumentasikan secara digital.

“Kelas USU sebenarnya berfungsi untuk mendokumentasikan aktivitas belajar mengajar. Misalnya dosen mengunggah RPS, materi perkuliahan, serta tugas mahasiswa. Dengan begitu, universitas dapat mengetahui kegiatan belajar yang dilakukan dosen,” ujarnya.

Plarform pembelajaran daring Kelas USU sebenarnya sudah digunakan cukup lama. Namun, pemanfaatannya mulai terasa signifikan ketika pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Pada saat itu, kegiatan perkuliahan tatap muka dihentikan sementara dan dosen didorong untuk memaksimalkan penggunaan platform e-learning yang kemudian berubah menjadi Kelas USU.

Meski demikian, penggunaan Kelas USU oleh dosen tidak bersifat wajib. Universitas hanya mengimbau untuk memanfaatkan platform tersebut dalam kegiatan pembelajaran.

Beberapa kendala juga menjadi alasan mengapa tidak semua dosen memanfaatkan platform Kelas USU, di antaranya adalah sistem yang kadang sulit diakses dan juga presensi perkuliahan yang kini sudah menggunakan sistem terpisah. Selain itu, beberapa mahasiswa yang mengalami masalah ketika memilih kelas juga menjadi alasan dosen untuk memilih menggunakan sistem pembelajaran lain.

Munzaimah berharap agar para dosen maupun mahasiswa dapat sadar untuk memanfaatkan platform Kelas USU. Menurutnya, di era digital saat ini, kegiatan pembelajaran seharusnya terdokumentasikan dalam bentuk data yang tersimpan dalam file dengan baik.

Pengennya memang ke depannya semua pihak, baik dosen maupun mahasiswa itu sadar bahwa ada fasilitas kampus yang memudahkan kegiatan belajar mengajar. Karena di zaman sekarang sifatnya sudah by data, dan semua harus tersimpan dalam file dengan baik,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment