Dira Claudia Bahroeny / Timotius Dwiki

Pijar, Medan. IMAJINASI USU berhasil memproduksi program terbaru yang bernama Commbinasi. Pada episode pertamanya, IMAJINASI mendatangkan pengusaha muda nan cantik bernama Faranisa Amalia. Talk show dengan judul “Story Time & Tips Merintis Bisnis di Usia Muda” itu dirilis melalui kanal YouTube pada hari Sabtu, 14 November 2020.

Pada pembukaannya, Sevilla Mayori selaku host tidak lupa memperkenalkan narasumbernya. Faranisa Amalia atau yang akrab disapa Fara merupakan mahasiswi semester 5 jurusan Adminstrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara yang saat ini sudah merintis bisnis di usia muda. Ia mulai tertarik dengan dunia bisnis sejak duduk di bangku SMP. Waktu demi waktu berjalan, hingga sekarang ia berhasil memgembangkan tiga usaha online-nya, yaitu Fetching Stuff, Fetching Foodies, dan Fetching Hijab.

Ketiga usaha Fara pun dinamai dengan kata fetching, yang dalam bahasa Indonesia berarti mengambil atau menangkap. Ia mengaku bahwa nama tersebut terinspirasi dari idolanya yang merupakan pemilik akun instagram @fetching_tigerss.

Dengan nama tersebut, Fara pun membuka usaha online pertamanya yang bernama Fetching Stuff. Ia mengaku berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp1.000.000,00/harinya, dengan menjual kalung hits bernama ‘Chocker’.

“Tapi kan itu (chocker) sifatnya musiman, ya. Jadi harus selalu aware terhadapat situasi,” ucap Faranisa Amalia.

Tidak sampai di situ saja, ia pun mulai mengembangkan usahanya ke dunia kuliner, dengan nama Fetching Foodies. Usaha ini berawal dari hobinya yang suka ngemil, sehingga ia senang membuat cemilan di rumah. Improvisasi dilakukannya berulang kali, hingga ia berhasil memperoleh resep terbaiknya.

Menu pada Fetching Foodies sendiri berupa cemilan-cemilan hits seperti mozzarella corndog (kogo) dan berbagai dessert box seperti bannoffe dan tiramissu. Untuk harganya terbilang cukup terjangkau, dengan kisaran harga Rp16.000,00 – Rp50.000,00.

Di umurnya yang masih cukup muda, peran orangtua sangatlah berpengaruh. Pengusaha muda ini mengaku bahwa orangtuanya terus memberikan support sejak ia memulai bisnisnya, bahkan orangtuanya juga terjun langsung untuk membantu Fara meng-handle usahanya.

Menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah. Rintangan akan terus berdatangan. Bagi Fara, yang terpenting adalah berani untuk memulai, terus berinovasi, dan tidak lupa untuk melibatkan Yang Maha Kuasa di setiap langkah kita.

If u want to survive as an entrepreneur, you must realize that what’s come up, must come down and what’s come down, will come back up” ujar Faranisa Amalia sekaligus menutup talk show tersebut.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment