Hits: 33

Lainatus Syifa Hasibuan

Pijar, Medan. Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Rumah Literasi Ranggi (RLR), dan komunitas teater Medan Teater Tronic (MTT) mempersembahkan pementasan teater, bertajuk “Ketika Air Datang Perempuan Bertahan”. Pementasan ini digelar di Auditorium Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Jalan Sunggal, Kota Medan, pada Sabtu (7/3/2026).

Pementasan ini menjadi bagian dari acara kegiatan Teatrikal Kemanusiaan dan Pameran Foto Bencana, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan terhadap isu bencana yang mulai senyap dari pemberitaan.

Ketua Umum FJPI, Khairiah Lubis, menegaskan bahwa pementasan ini merupakan terobosan jurnalisme untuk mengisi celah pemberitaan yang mulai ditinggalkan media arus utama. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi untuk kembali menyuarakan jeritan para penyintas yang kini seolah terlupakan oleh publik.

“Suara-suara mereka, kondisi mereka itu kurang untuk disuarakan. Makanya melalui pementasan teater ini, kami [sebagai] jurnalis perempuan, mengajak sinergi para seniman di Kota Medan untuk membuat performance journalism [atau] pertunjukan jurnalisme,” ungkapnya.

Jurnalis Perempuan Suarakan Derita Pengungsi Bencana Sumatera Lewat Teater Kemanusiaan - www.mediapijar.com
Penggambaran adegan suasana terjadinya bencana banjir
Fotografer: Lainatus Syifa Hasibuan

 

Dalam pementasan tersebut, kisah yang dihadirkan tidak hanya menggambarkan pengalaman penyintas bencana. Namun, juga menyoroti peran jurnalis perempuan dalam menyuarakan cerita-cerita kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian publik.

Ranggini Krisna, penulis naskah sekaligus Pendiri Rumah Literasi Ranggi, mengungkapkan bahwa fokus cerita dalam pertunjukan ini berangkat dari realitas yang sering terjadi saat bencana. Hal tersebut ketika perempuan kerap menjadi pihak yang harus tetap kuat di tengah situasi sulit.

“Ketika bencana terjadi, perempuanlah yang paling jadi garda terdepan. [Hal tersebut] karena perempuan walaupun dia trauma, tetapi dia harus bisa menguatkan keluarganya, orang-orang dekat, [maupun] anak-anaknya. Makanya saya fokus mengangkat ini dari sisi perempuan,” jelasnya.

Jurnalis Perempuan Suarakan Derita Pengungsi Bencana Sumatera Lewat Teater Kemanusiaan - www.mediapijar.com
Adegan jurnalis perempuan menyuarakan kondisi penyintas bencana
Fotografer: Lainatus Syifa Hasibuan

 

Oase Laurenza, selaku salah satu penonton, menilai pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan kisah kemanusiaan. Namun, juga menggambarkan perjuangan jurnalis perempuan dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan kepada publik. Ia berharap semakin banyak jurnalis perempuan yang mendapat ruang dan dukungan untuk terus mengangkat cerita-cerita dari lapangan.

“Jadi, saya lihat juga ada perjuangan jurnalis perempuan yang digambarkan dalam pementasan tadi itu, benar-benar sangat menginspirasi. Harapan saya ke depannya, semoga semakin banyak jurnalis perempuan yang benar-benar diberi ruang dan juga dukungan untuk terus menyuarakan isu kemanusiaannya, sehingga masyarakat bisa lebih peduli terhadap para pengintas bencana,” ujarnya.

Sebagai penutup dalam acara tersebut, Khairiah menyampaikan pesannya, bahwa melalui pementasan ini dapat menjadi pengingat bagi berbagai pihak agar tidak melupakan para penyintas bencana yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment