Hits: 26
Nur Agustilahmi Nasution
Pijar, Medan. Setiap tanggal 14 November, dunia memperingati Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day) sebagai bentuk kepedulian global terhadap ancaman penyakit diabetes yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini mengusung tema “Diabetes Across Life Stages” atau “Diabetes di Setiap Tahap Kehidupan”, yang menekankan bahwa penyakit ini dapat menyerang siapa pun, tanpa memandang usia.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup modern yang berisiko tinggi memicu diabetes, terutama di kalangan generasi muda. Generasi Z saat ini dikenal dengan kebiasaannya mengonsumsi minuman manis seperti boba, kopi kekinian, hingga berbagai camilan olahan tinggi gula yang tanpa disadari dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 jika dilakukan secara berlebihan.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), saat ini lebih dari 500 juta orang di dunia hidup dengan menderita penyakit diabetes. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat jumlah penderita diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, termasuk pada kelompok usia produktif dan remaja. Hal ini terjadi karena berbagai hal, seperti pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan tingginya konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari.
Melansir dari rri.co.id, ahli endokrinologi, Arif Prasetyo, menjelaskan bahwa peringatan Hari Diabetes Sedunia menjadi pengingat dan refleksi bagi kita untuk dapat mengenali gejala awal dari penyakit diabetes agar dapat segera dilakukan pengobatannya.
“Banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka mengalami penyakit diabetes hingga sudah terjadi komplikasi. Karena itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin dan pola hidup yang sehat,” jelasnya.
Masyarakat juga diharapkan lebih peduli terhadap pentingnya pola hidup sehat. Dimulai dari mengurangi konsumsi gula, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan yang ideal.
“Kunci pencegahan penyakit diabetes ada pada kehidupan sehari-hari, dengan kesadaran dan disiplin diri, diabetes dapat kita kendalikan dan cegah,” tambahnya.
Peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 membawa pesan penting kepada kita semua bahwa penyakit diabetes dapat memengaruhi setiap tahap kehidupan, dari anak-anak hingga lanjut usia. Oleh karena itu, pencegahan dan perawatan harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, melalui kebiasaan hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

