Hits: 49

Fadhilah Safa Salsabila Desky

Pijar, Medan. Kick It Organizer menyelenggarakan sebuah pergelaran teater dan pameran seni lukis dengan tajuk “Layar Kata: Saat Dunia Tak Menunggumu”. Berkolaborasi dengan Teater O Universitas Sumatera Utara (USU), acara ini menghadirkan pertunjukkan teater yang dapat dijadikan ruang refleksi oleh generasi sandwich, yaitu mereka yang terjepit oleh peran ganda dalam keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Budaya Kota Medan, pada Sabtu (14/6/2025).

Virgi Afwan Fathoni, selaku Project Leader, mengungkapan bahwa acara ini awalnya memang bagian dari salah satu tugas mata kuliah Ilmu Komunikasi. Namun, tim penyelenggara tidak ingin sekadar menjalankan kewajiban akademis. Mereka berambisi untuk mengangkat kembali gairah seni teater yang mulai menurun di Medan, sekaligus memberikan ruang bagi seniman teater dan pelukis untuk mengekspresikan pesan-pesan mereka.

“Latar belakang dan tujuan utamanya memang pemenuhan tugas kuliah. Tetapi, kami juga ingin mengangkat kembali minat masyarakat terhadap teater, dan memberi ruang bagi seniman di Medan, baik di bidang drama, maupun lukisan untuk menyampaikan pesan-pesan mereka,” jelasnya.

Tema “Saat Dunia Tak Menunggumu” dipilih untuk menggambarkan tekanan para generasi sandwich, yang harus menanggung beban dari berbagai pihak seperti keluarga, dan lingkungan sosial. Tema ini mengingatkan bahwa dunia terus berjalan tanpa menunggu mereka yang sedang berjuang.

“Temanya diperuntukkan lebih kepada generasi sandwich sih sebenarnya. Jadi, banyak tekanan dari berbagai pihak, contohnya orang tua, adik, dari kehidupan teman-teman yang membuat kita akhirnya tertekan. Tetapi, di balik itu kan sebenarnya dunia akan terus berjalan,” terang Virgi.

Rangkaian acara dibuka dengan pameran lukis yang menampilkan karya-karya lukisan. Di area yang sama, terdapat KedeBoox yang menyediakan berbagai buku, dan dapat dibeli oleh pengunjung. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musik perkusi, diikuti dengan pembacaan puisi oleh pengisi acara.

Pegelaran Teater dan Pameran Seni Lukis “Layar Kata: Saat Dunia Tak Menunggumu” Sentuh Realitas Generasi Sandwich - www.mediapijar.com
Beberapa karya yang dipamerkan dalam pameran seni lukis Layar Kata
(Fotografer: Fadhilah Safa Salsabila Desky)

Puncak acara berupa pertunjukan teater oleh Teater O USU, menampilkan kemampuan akting para pemain. Drama ini mengisahkan perjuangan seorang anak muda yang terhimpit tuntutan keluarga dan tekanan sosial, menggambarkan dilema, serta konflik batin generasi sandwich.

Banyak pengunjung mengaku merasa terhubung dengan tema dan karya yang ditampilkan. Salah satunya adalah Nabila, yang mengapresiasi tata panggung dan alur cerita yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga menghadirkan momen ringan yang menghibur.

“Jujur, bagus sekali sih. Di awal lampunya mati, tiba-tiba pencahayaannya jalan. Lalu, tiba-tiba muncul asap dan segala macam. Menurut aku, itu sangat bagus dan membuat semua peserta jadi tertarik. Apalagi, tadi ceritanya tidak hanya sedih saja, tidak hanya marah, tetapi juga ada lucu-lucunya,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, Nabila juga berharap acara serupa dapat terus digelar sebagai upaya melestarikan seni teater di Medan.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment