Hits: 39
Alfihza Putri Amelia
Pijar, Medan. Bagi kamu pencinta olahraga lari yang ingin mencoba gaya baru, lari mundur atau backward running bisa menjadi pilihan menarik. Meskipun sempat dianggap sebagai tren kekinian, nyatanya teknik ini bukanlah hal baru. Para ahli telah menggunakan lari mundur sejak bertahun-tahun lalu sebagai bagian dari latihan fisik dan rehabilitasi.
Dikenal juga dengan nama retro running atau reverse running, teknik ini dilakukan dengan cara berlari ke arah belakang. Lari mundur pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an ketika para dokter di Amerika Serikat menggunakannya sebagai metode pemulihan cedera.
Seiring waktu, teknik ini mulai diadopsi oleh para atlet profesional, bahkan menjadi bagian dari program latihan mereka. Kini, berbagai kompetisi lari mundur pun diadakan di sejumlah negara, salah satunya di Inggris pada tahun 2010.
Walaupun terdengar aneh atau lucu bagi sebagian orang, lari mundur menyimpan banyak manfaat yang tidak kalah dibandingkan lari biasa. Gerakan ini membantu memperbaiki postur tubuh karena pelari akan cenderung menjaga punggung tetap tegak dan bahu tertarik ke belakang.
Tidak hanya itu, lari mundur lebih banyak mengaktifkan otot-otot yang jarang terlatih seperti paha depan, betis, dan tulang kering. Sehingga, hal tersebut membantu menciptakan keseimbangan kekuatan otot tubuh bagian bawah. Karena lebih menantang secara fisik, aktivitas ini juga cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan lari maju.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Strength and Conditioning Research pada tahun 2016 menunjukkan bahwa lari mundur menghasilkan aktivitas otot serta kerja jantung dan paru-paru yang lebih tinggi dibandingkan dengan lari maju.
Penelitian lain dalam Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences juga menemukan bahwa lari mundur membutuhkan energi 30% lebih banyak, karena pelari cenderung mendarat dengan bagian depan kaki dan tubuh sedikit condong ke depan. Meskipun demikian, hentakan yang dihasilkan justru lebih ringan dan tidak terlalu membebani persendian.
Tak hanya manfaat fisik, lari mundur juga mampu melatih kepekaan indera. Karena pelari tidak bisa melihat arah tujuan secara langsung, mereka harus mengandalkan pendengaran dan penglihatan perifer, yaitu kemampuan melihat objek atau gerakan dari sisi luar pandangan utama. Banyak pelari yang mengaku bahwa latihan ini membantu meningkatkan kepekaan sensorik mereka dalam jangka panjang.
Di sisi lain, lari mundur juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa bosan dalam latihan. Variasi ini membuat sesi lari terasa lebih menyenangkan, menantang, dan tidak monoton.
Bagi pemula yang ingin mencoba lari mundur, disarankan untuk memulainya di atas treadmill. Permukaan treadmill yang datar dan stabil, serta adanya pegangan, dapat membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko terjatuh.
Jika ingin mencoba di luar ruangan, pilihlah area yang aman dan tidak terlalu ramai. Pastikan pelari lain menyadari bahwa kamu sedang melakukan teknik ini agar terhindar dari saling menabrak. Meskipun membawa banyak manfaat, lari mundur tetap memiliki risiko jatuh dan cedera yang lebih tinggi dibandingkan lari biasa. Oleh karena itu, penting untuk melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan memilih medan yang datar, serta bebas hambatan.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

