Hits: 33

Luan Nayoka Purba

Pijar, Medan. Di tengah iringan suara ombak dan angin, sekelompok pemuda sedang bermain bola di atas pasir pantai. Sekilas, olahraga yang dimainkan seperti voli pantai, tetapi para pemain tidak menggunakan tangan dalam mengoperkan bolanya.

Dilansir dari wikipedia.org, olahraga ini memiliki nama Footvolley, berasal dari Brasil dan mulai dikenal pada tahun 1960-an, di pantai Copacabana, Rio de Janeiro. Olahraga ini diciptakan oleh Octavio de Moraes. Permainan Footvolley awalnya disebut dengan “pevolei yang berarti voli kaki, tetapi nama tersebut dibuang dan diganti dengan futevolei.

Footvolley merupakan olahraga yang memadukan teknik sepak bola dengan aturan dasar voli pantai. Berbeda dengan permainan voli biasa, pemain dari olahraga ini hanya diperbolehkan menggunakan bagian kaki, dada, kepala, dan bagian tubuh lainnya, terkecuali bagian tangan. Keunikan itulah yang membuat olahraga Footvolley terasa menarik dimainkan dan juga ditonton.

Para pemain dituntut memiliki keseimbangan tubuh, kontrol bola yang baik, serta refleks cepat ketika bermain di atas pasir. Tidak jarang pemain melakukan salto atau tendangan akrobatik, seperti bicycle kick, heading, shark attack, dan devensive scissor kick ketika memasukkan bola ke wilayah lawan, maupun ketika menyelamatkan bola agar permainan tetap lanjut. Gerakan-gerakan akrobatik inilah yang membuat Footvolley terlihat seperti perpaduan olahraga dan seni.

Melalui tuntutan gerakan-gerakan tersebut, Footvolley memliki banyak manfaat bagi kebutuhan fisik tubuh. Olahraga ini mampu melatih kekuatan otot kaki, koordinasi tubuh, keseimbangan, hingga daya tahan fisik. Tidak sedikit para pemain sepak bola melakukan permainan Footvolley ini sebagai latihan tambahan untuk meningkatkan kontrol bola dan kelincahan tubuh.

Melansir dari footvolleteurope.com, bola yang digunakan dalam olahraga Footvolley lebih berat daripada bola voli pantai, dan sedikit berbeda dari bola sepak. Bobot ekstra dan fakta bahwa bola ini memiliki lebih sedikit udara di dalamnya, membuatnya lebih mudah diprediksi dalam kondisi berangin. Ukuran lapangan pasir normal di Eropa adalah 8 meter x 16 meter. Di Brasil dan negara-negara lain, ukuran lapangan yang umum digunakan adalah 9 meter x 18 meter.

Footvolley tidak berada di bawah naungan induk federasi resmi. Namun, kejuaraan resmi olahraga ini diselenggarakan oleh federasi atau promotor berskala global, seperti Footvolley League of Champions, Pro Footvolley Tour, dan World Footvolley.

Melansir dari wikipedia.org, kompetisi internasional olahraga Footvolley kali pertama, diadakan di luar Brasil pada tahun 2003 di Miami Beach pada Festival Kebugaran 2003 yang dilakukan oleh Asosiasi Footvolley Amerika Serikat. Tujuan kejuaraan ini adalah untuk mendapatkan status federasi.

Di Indonesia, permainan Footvolley ini belum banyak dimainkan. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, Footvolley berpotensi menjadi salah satu olahraga pantai yang populer di Indonesia. Untuk itu, kita harus menjadi salah satu orang yang mempopulerkan permainan ini di Indonesia. Jadi, apakah kamu ingin ikut mempopulerkannya?

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment