Hits: 339

Putri Theresia

Pijar, Medan. Pernahkah kamu membayangkan makanan sederhana yang tidak hanya memberi kenikmatan, tetapi juga memiliki makna di baliknya? Di tengah berbagai makanan viral, Bubur Merah Putih merupakan hidangan tradisional yang tetap lestari hingga saat ini, dan perlu dikenal secara luas.

Nama lain dari Bubur Merah Putih adalah Jenang Abang Putih, yaitu hidangan bubur bercita rasa manis dengan perpaduan warna merah kecoklatan dan putih. Bubur putihnya dibuat dari beras yang dimasak dengan santan hingga bertekstur lembut dan bercita rasa gurih. Sementara itu, bubur merahnya memperoleh warna dari gula merah yang menghasilkan rasa manis legit.

Lebih dari sekadar sajian kuliner, Bubur Merah Putih memiliki makna filosofi yang dalam. Warna merah pada bubur ini melambangkan keberanian, pengorbanan, dan semangat hidup. Sedangkan, warna putih melambangkan kesucian, ketulusan, dan keseimbangan spiritual. Bagi masyarakat Jawa, kombinasi warna ini merefleksikan harmoni antara aspek duniawi (merah) dan spiritual (putih).

Dalam konteks manusia, warna putih dihubungkan dengan air mani laki-laki, dan warna merah melambangkan darah perempuan. Perpaduan warna merah dan putih ini dipercaya sebagai lambang awal mula kehidupan, yaitu saat janin terbentuk.

Bubur Merah Putih merupakan hidangan penting dalam berbagai upacara adat dan syukuran, khususnya bagi masyarakat di pulau Jawa atau pun suku-suku Jawa di berbagai daerah. Bubur Merah Putih juga sering disajikan pada acara-acara tertentu.

Hidangan ini memiliki hubungan yang kuat dengan tradisi agraris dan ritual penghormatan leluhur. Sebelum kedatangan Islam, orang Jawa melakukan upacara dengan Bubur Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri, yang melambangkan kesuburan dan padi.

Bagi masyarakat Jawa, Bubur Merah Putih digunakan sebagai simbol untuk menolak bala atau menghindari keburukan dan kesialan. Tidak mengherankan jika bubur ini disajikan pada acara seperti kelahiran, ulang tahun, pernikahan, dan musim panen.

Bubur Merah Putih sering disajikan saat acara syukuran bayi yang baru lahir. Dalam acara tersebut, bubur ini melambangkan doa dan keinginan agar bayi mendapatkan keseimbangan dalam hidupnya dan dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

Selain saat syukuran, Bubur Merah Putih juga bisa ditemukan pada acara tujuh bulanan kehamilan. Bubur ini  merupakan hidangan wajib dalam upacara ini, karena melambangkan harapan akan persalinan yang lancar, serta kelahiran bayi yang sehat dan seimbang.

Tidak hanya itu, bubur ini juga digunakan dalam peringatan kematian. Hal ini melambangkan penghormatan kepada arwah leluhur, serta doa agar arwah mereka damai di alam baka. Bubur ini juga melambangkan doa dan harapan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan penghiburan.

Dalam acara-acara tersebut, Bubur Merah Putih akan dibagikan setelah selesai memanjatkan doa dan harapan. Pembagian bubur ini memiliki makna sebagai bentuk silaturahmi dan berbagi kebahagiaan, serta harapan.

Bubur Merah Putih memiliki makna lebih dari sekadar makanan, hidangan ini adalah simbol budaya Indonesia yang penuh makna.  Rasanya enak, filosofinya dalam, dan warisannya perlu dilestarikan. Jadi, kapan kamu mencicipi dan menikmati sendiri rasa dan makna di balik Bubur Merah Putih ini?

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment