Christian Yosua       

Pijar, Medan. Roti Maryam merupakan jenis roti yang bentuknya pipih dan bundar dengan tekstur empuk dan renyah. Faktanya, roti maryam sama dengan roti cane atau roti prata yang sering kita jumpai. Hanya penamaannya saja yang berbeda di setiap negara. Hal itu tentunya karena dipengaruhi oleh kebudayaan masing-masing setiap tempat. Jika ada hal yang berbeda dari jenis roti ini yaitu dalam penyajian rotinya menggunakan isian yang beragam.

Roti Maryam atau roti canai telah dikenal oleh masyarakat Indonesia ketika pedagang Arab datang dan membawanya ke negara kita. Hingga saat ini masyarakat keturunan Timur Tengah sering menikmati olahan roti ini, seakan sudah melekat dengan tradisi mereka. Biasanya makanan ini disajikan saat sarapan atau juga sebagai camilan larut malam.

Bagi beberapa orang mereka lebih menyukai mengonsumsi roti maryam sebagai makanan utama sehari hari dibandingkan menyantap nasi. Kandungan karbohidrat dalam roti maryam yang lebih tinggi dibandingkan nasi, tentunya bisa mencukupi kebutuhan energi tubuh kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Mengonsumsi nasi juga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah kita sehingga membuat diri kita lebih mudah mengantuk dan malas untuk melanjutkan aktivitas setelahnya. Sedangkan roti maryam, setelahnya tidak membuat diri kita langsung merasa lemas ataupun mengantuk karena kandungan yang berbeda dalam bahan bakunya.

Kandungan lemak dalam roti maryam juga lebih rendah dibandingkan dengan nasi, sehingga untuk orang obesitas, mengonsumsi roti maryam tanpa tambah isian yang berlebih dapat menjadi solusi untuk menurunkan berat badan. Serat dalam roti maryam juga tergolong tinggi yang baik bagi tubuh kita. Tetapi, jenis makanan ini cukup sulit dicerna oleh sistem pencernaan tubuh kita, sehingga jika mempunyai gangguan pencernaan lebih baik untuk tidak terlalu sering mengonsumsinya.

Dalam pembuatannya, roti maryam tergolong cukup sulit karena dibutuhkan kesabaran dan keuletan, mulai dari pembuatan roti menjadi pipih dan lebar dengan tepung adonan yang ada, lalu dalam penggorengan jangan sampai adonan yang pipih menempel pada wajan atau teflon agar bentuk adonan tidak rusak. Menggoreng roti maryam juga tidak perlu sampai matang, tetapi setengah matang saja, karena nantinya penyajiannya harus dipanaskan lagi agar lebih nikmat saat menyantapnya. Roti maryam yang sudah setengah matang ini kemudian dikemas dan disimpan dalam lemari es sehingga beku. Hal ini dapat mencegah pertumbuhan bakteri dengan cepat sehingga dapat awet lebih lama. Penyusunan setiap lembar roti canai ini sebaiknya diberikan sekat kertas roti agar lembaran roti ini tidak saling menempel dan merusak bentuknya saat hendak panaskan kembali.

Jenis penyajian roti maryam pada umumnya yang sering kita jumpai ada dua varian. Varian pertama dengan cita rasa manis. Isian roti maryam varian ini biasanya diisi dengan coklat, keju, madu, susu kental manis, dan gula bubuk. Varian keduanya adalah dengan cita rasa gurih yang disajikan dengan kuah gulai atau kari. Bagaimana? Sobat Pijar tertarik tidak menjadikan roti maryam makanan sehari-hari?

(Editor: Muhammad Farhan)

 

Leave a comment