Hits: 49
Reporter Pijar
Pijar, Medan. Komunitas Wikimedia Medan kembali menyelenggarakan kegiatan edukatif dengan tajuk Pelatihan WikiTransklusi yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 15.00 WIB di SAGA Creative Hub, Medan. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 peserta yang datang membawa laptop pribadi, dengan latar belakang yang beragam, termasuk sejumlah mahasiswa yang memiliki kepedulian di bidang budaya dan literasi digital berkumpul pada Sabtu (19/4/2025).
Komunitas Wikimedia Medan merupakan cabang regional dari Wikimedia Indonesia yang secara aktif menjalankan berbagai proyek berbasis kolaborasi terbuka, seperti Wikikamus, Wikisumber (Wikisource), dan proyek digital lainnya. Pelatihan WikiTransklusi yang digelar kali ini memfokuskan pada transklusi, yaitu proses teknis dalam Wikisumber untuk menyatukan halaman-halaman hasil uji baca menjadi satu buku digital yang terstruktur.
WikiTransklusi adalah sebuah pelatihan tatap muka berdurasi 3 – 4 jam yang bertujuan untuk memperkenalkan teknik pengolahan naskah digital di Wikisource Bahasa Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Wikimedia Indonesia, yaitu organisasi nirlaba yang memiliki misi membebaskan ilmu pengetahuan agar dapat diakses secara terbuka oleh siapa saja.

(Fotografer: Fotografer Pijar)
Wikisumber sendiri merupakan bagian dari ekosistem Wikimedia yang berfungsi sebagai perpustakaan digital bebas, tempat menyimpan naskah domain publik yang boleh dibagikan dan digunakan ulang. Di Indonesia, Wikisumber telah tersedia dalam enam bahasa daerah, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Melayu.
Kegiatan diisi dengan pemateri yang membimbing peserta secara menyeluruh dari awal hingga akhir sesi, memastikan setiap peserta memahami langkah-langkah transklusi secara praktis.
Gracinta Bianda, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang ikut dalam pelatihan, membagikan pengalaman dan tantangannya.
“Saya sedikit merasa sulit karena prosesnya hampir serupa dengan koding, di mana sedikit kesalahan penulisan saja dapat membuat invalid dan gagal,” ujarnya.
Menurut Agus Damanik, pelatih sekaligus pemateri utama di komunitas Wikimedia Medan, transklusi sangat bermanfaat dalam memudahkan akses terhadap naskah-naskah budaya dan sejarah.
“Biasanya sulit mencari buku-buku budaya di situs resmi atau museum, karena harus menggali lebih dalam. Tapi, dengan transklusi di Wikisumber, cukup ketik kata kunci, naskah bisa langsung ditemukan. Bahkan, sering muncul di halaman pertama pencarian,” jelasnya.
Agus juga menyampaikan harapan terhadap para peserta agar tidak berhenti berkontribusi setelah pelatihan.
“Harapannya, peserta yang belum menjadi bagian internal dari Komunitas Wikimedia Medan dapat ikut serta dan aktif, agar bisa dilibatkan ke kegiatan lain di komunitas Wikimedia, seperti Wikilatih, Wikikamus, Wikiwisata, dan lain-lain,” tutupnya.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

